Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Tangki milik BPBD Gunungkidul pada saat menyalurkan bantuan air bersih ke salah satu bak penampungan air yang dimiliki warga Dusun Sumber, Planjan, Saptosari. Kamis (18/5/2023)./Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Tepus mengalokasikan anggaran droping air sebesar Rp76,5 juta untuk membantu warga yang kesulitan air bersih selama musim kemarau tahun ini. Jumlah tersebut setara dengan 450 tangki.
Panewu Tepus, Alsito mengatakan, saat kemarau, banyak warga di wilayahnya yang kesulitan air bersih. Kondisi ini terjadi merata di lima kalurahan di Tepus. "Mulai dari Kalurahan Sumberwungu, Gunung Panggung, Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo ada warga yang terdampak kekeringan,” kata Alsito kepada wartawan, Kamis (8/6/2023).
BACA JUGA: Termasuk Wilayah Rawan Air Bersih, Warga Paliyan Berharap Aliran PDAM Tak Macet
Dia menjelaskan, dampak musim kemarau tahun ini sudah terjadi. Warga di lima kalurahan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. "Rencananya bantuan air bersih mulai disalurkan minggu depan,” katanya.
Menurut Alsito, untuk pelaksanaan droping sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp76,5 juta. Diperkirakan pagu ini bisa dipergunakan penyaluran air bersih sebanyak 450 tangki. Dia mengakui jumlah tersebut belum bisa mengcover ke seluruh wilayah. Pasalnya, bantuan hanya difokuskan di Kalurahan Tepus, Sidoharjo dan Purwodadi.
Adapun untuk Kalurahan Gunung Panggung dan Sumberwungu, penyaluran air bersih akan dimintakan bantuan ke BPBD Gunungkidul. “Upaya koordinasi dilakukan agar bantuan bisa tepat sasaran sehingga tidak ada dobel penyaluran,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, penyaluran air bersih ke masyarakat tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Hal ini dikarenakan ada sejumlah kapanewon yang memiliki anggaran droping tersendiri.
“Makanya ada koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.
BACA JUGA: Disepakati, Anggaran Pembangunan SPAM Kamijoro Hampir Rp1 Triliun
Menurut dia, anggaran yang dimiliki BPBD dalam kegiatan droping air sebesar Rp230 juta. Diperkirakan pagu ini bisa menyalurkan bantuan sebanyak 1.000 tangki ke masyarakat.
“Tentunya penyaluran akan diseleksi. Kami tidak akan menyasar ke lokasi-lokasi yang telah ditangani oleh kapanewon,” katanya.
Diperkirakan kemarau di 2023 lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Adapun anggaran yang dimiliki, Purwono mengakui juga lebih sedikit.
Meski demikian, ia tidak khawatir karena akan menggunakan secara optimal. “Andaikan masih kurang, kami berusaha menambahnya pada saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2023,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.