Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Polisi Periksa Bidan
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Tidak hanya fokus pada pencatatan data bagi masyarakat yang belum melengkapi data kependudukan, Disdukcapil juga menyoroti aspek pada pemutakhiran data masyarakat. Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk) diharapkan akurasi data kependudukan di Sleman makin akurat sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat tepat sasaran.
Kepala Disdukcapil Sleman, Susmiarto menuturkan Dukcapil Sleman akan meluncurkan program Gapura Datuk pada 14 Juni mendatang. Sejauh ini rapat koordinasi untuk membangun dukungan sinergitas telah dilakukan. Sejumlah kepala Padukuhan telah diberikan sosialisasikan program ini yang diharapkan dapat mengkoordinir warga nantinya.
"Berkaitan inovasi Gapura Datuk itu nanti yang kalurahan itu aksesnya ditambah. Termasuk bisa untuk pemutakhiran KK, untuk mengurus surat pindah, kemudian pendaftaran penduduk pindah dari luar, temasuk itu. Kemudian surat keterangan tempat tinggal untuk orang asing, nanti saya buka Kalurahan bisa membantu warganya. Saya tambah aksesnya, jadi sembilan akses," terangnya dikutip pada Senin (12/6/2023).
BACA JUGA : Wujudkan Kepemilikan Dokumen & Data Mutakhir
Lewat inovasi Gapura Datuk, Disdukcapil Sleman ingin data Adminduk masyarakat mutakhir dengan kondisi terkini. Program ini mulai disosialisasikan ke lingkungan masyarakat. "Gapura datuk itu [fokusnya] dokumen yang ada dimutakhirkan. Jadi sekarang penduduk jangan hanya sekedar puas memiliki dokumen, tapi dokumennya juga mutakhir," ungkapnya.
Susmiarto mencontohkan pada suatu dokumen kependudukan tercatat ada anak yang lulusannya masih SMP. Padahal beberapa tahun berselang, anak tersebut telah lulus SMA, sedangkan data pada dokumen belum diubah. Hal-hal semacam ini perlu dimutakhirkan datanya.
Belum lagi kasus seperti perubahan status perkawinan, sebelumnya lajang ternyata sudah menikah atau dari menikah ternyata berubah menjadi janda atau duda. Juga perubahan status pekerjaan yang datanya juga perlu dimutakhirkan.
Tak main-main, data yang mutakhir akan meningkatkan akurasi data kependudukan. Pasalnya data yang akurat tadi kemungkinan akab dipakai beragam instansi untuk merencanakan program sesuai data adminduk yang tercatat. Bila catatan data adminduk tidak akurat lantaran belum dimutakhirkan, maka program yang direncanakan berpotensi tidak tepat.
"Kalau Dukcapil itu menyediakan data yang mutakhir, misalnya instansi mau menggunakan untuk perencanaan pembangunan, perencanaan apa itu kan datanya relatif lebih baik," tegasnya.
Sebagai penyedia dokumen, pemutakhiran data inilah yang coba terus diwujudkan Disdukcapil Sleman. "Kami pelayan dokumen, begitu kita menerbitkan dokumen kan dampaknya ke data," ujarnya.
Di sisi lain, data yang tidak mutakhir juga akan membatasi dalam mengakses layanan publik. Susmiarto menyontohkan ada kasus masyarakat ingin mendaftar pada layanan jaminan kesehatan, namun saat pendaftaran KK yang dimiliki belum memiliki barcode. Oleh karenanya, KK tadi harus dimutakhirkan agar bisa mengakses fasilitas jaminan kesehatan.
"Harapannya bagi penduduk kalau dia mengurus sesuatu kepada instansi yang memang melibatkan data yang mutakhir itu lancar enggak masalah. Jadi data mutakhir itu ya datanya benar, diisi lengkap, tidak beda-beda antar dokumen," ucapnya.
Selain itu yang kedua, dengan data yang mutakhir bagi instansi pengguna data mereka bisa memperoleh data yang akurat. Sehingga program yang disusun dapat tepat sasaran. "Kedepan kan kalau semakin instansi tergantung data Dukcapil itu nanti kan bisa menyediakan data yang dapat dipercaya, valid," tegasnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menuturkan untuk mewujudkan akurasi data, sosialisasi Gapura Datuk telah dilakukan. Program ini dijelaskan Danang merupakan salah satu strategi dalam mewujudkan akurasi data kependudukan yang efektif di Kabupaten Sleman.
"Program ini menjadi strategi dalam mewujudkan akurasi data kependudukan, agar masyarakat dapat memanfaatkan untuk urusan pelayanan publik serta membantu pemerintah," ujarnya.
BACA JUGA : Warga Sleman Diimbau Mutakhirkan Data Kartu Keluarga
Gapura Datuk dapat diakses masyarakat dengan mengajukan permohonan melalui Posyanduk Kalurahan, Kantor Kapanewon maupun langsung ke Dinas Dukcapil Sleman. Di sisi lain, warga juga mengakses secara daring melalui website dukcapilonline.slemankab.go.id.
Lewat pemutakhiran data kartu keluarga ini, akses masyarakat tehadap sejumlah layanan diharapkan jadi makin mudah. Dalam hal ini memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan publik seperti BPN, BPJS, layanan perbankan, layanan perpajakan, layanan perizinan maupun layanan lainnya.
Melalui sosialisasi ini Danang mengharapkan para peserta sosialiasi dapat menularkan infomasi pemutakhiran data ini kepada masyarakat lainnya. "Menginformasikan kepada orang lain tentang pentingnya data kependudukan yang mutakhir, satu data dan benar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.