Hadapi Kemajuan Teknologi, PABI DIY Perkuat Kompetensi Dokter Bedah
PABI DIY periode 2026–2029 resmi dilantik dengan komitmen memperkuat kompetensi dokter bedah dan keselamatan pasien.
Penampilan rancangan busana dalam rangkaian Jogja Fashion Trend, Rabu (14/6/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah event Jogja Fashion Trend (JFT) akan digelar di Pakuwon Mall pada 11-16 Juli 2023 mendatang. Gelaran ini diinisiasi oleh Bank Indonesia sebagai rangkaian dari Grebeg UMKM. Oleh karena itu tidak hanya karya desainer saja yang ditampilkan namun juga produk UMKM bidang fesyen.
Creative Director JFT 2023 Philip Iswardono menjelaskan event itu akan mengangkat tren busana kearifan lokal ke ranah nasional dan bertaraf global. Artinya JFT ini menjadi pintu gerbang fesyen etnik akan dimulai dari Jogja. Lewat JTF akan menjadi trendsetter sehingga akan menghasilkan cetak biru dari event tersebut tentang fesyen etnik yang menginspirasi berbagai daerah.
“Konsep JFT ini sebauah pertunjukan runway yang cukup spektakuler. Inspirasi budaya dan tradisi bisa berasal dari Jawa, Bali, Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra atau melayu,” katanya, Rabu (14/6/2023).
BACA JUGA : Jogja Fashion Parade Kembali Digelar Tahun Ini
Hingga saat ini sudah ada 65 slot desainer yang menyatakan siap menampilan karyanya. Ia optimistis jumlah peserta akan bisa mencapai 100 desainer. Menurutnya bukan semata-mata kuota dapat terpenuhi namun terpenting bisa mengakomodasi satu sama lain. “Para desainer diharapkan bisa menterjemahkan tema terkait keberagaman baju atau fesyen di nusantara,” ucapnya.
Jogja Fashion Trend juga diharapkan menjadikan Jogja sebagai gerbang fesyen etnik di Indonesia. Etnik tersebut tidak hanya berasal dari model fesyen Jogja saja, namuns ecara umum berasal dari nusantara. Melalui kerja sama dengan Grebek UMKM Bank Indonesia ia berharap event tersebut ke depan menjadi agenda nasional.
“Bisa menjadi ajang promosi fesyen etnik setiap daerah tetapi lewat Jogja dengan Jogja Fashion Trend. Karena Jogja seperti Indonesia mini dan dipandang memiliki kekuatan di etnik dan kreativitas desainer dan UMKM perajin tekstilnya memiliki banyak kelebihan,” kata Project Director JFT 2023 Afif Syakur.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Budiharto mengatakan kegiatan JFT 2023 mengangkat tema Unity in Diversity yang secara khusus menampilkan ragam busana etnik di nusantara. Melalui event itu diharapkan bisa meningkatkan perkembangan ekonomi kreatif sejalan sektor pariwisata yang menjadi sumber perekonomian Jogja yang sempat terkendala saat pandemi.
BACA JUGA : Citayam Fashion Week ala Jogja Sudah Ada Sejak Lama
Ia mendorong talenta perancang busana dan UMKM bidang fesyen di Jogja untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan itu bisa menjadi ajang kolaborasi dan promosi baik desainer maupun pelaku UMKM bidang fesyen dan kreatif.
“Ini merupakan tahun ketiga kami menggandeng desainer, kalau tahun lalu event Jogja Fashion Week. Untuk saat ini kami berusaha untuk menjadikan Jogja sebagai pusat fesyen etnik, sehingga menginisiasi Jogja Fashion Trend,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PABI DIY periode 2026–2029 resmi dilantik dengan komitmen memperkuat kompetensi dokter bedah dan keselamatan pasien.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.