Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 bagi 500 Anak
PT Pegadaian (Persero) kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan menyelenggarakan program Khitanan Massal 2026.
Kesenian oglek yang dipentaskan di Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Selasa (20/6/2023). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
KULONPROGO—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terus berupaya merevitalisasi kesenian yang hampir punah. Pada Selasa (10/6/2023), TBY merevitalisasi seni oglek di Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo.
Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Seni Budaya TBY, Dyah Wahyu Aprilina mengatakan seni oglek diputuskan menjadi sasaran revitalisasi karena dianggap sangat jarang dipentaskan, sehingga seni oglek terancam punah.
“Revitalisasi yang kami lakukan intinya sama dengan wayang sada kemarin. Seni oglek kami pilih karena dianggap sudah sangat jarang dipentaskan dan agar ke depannya tidak punah,” kata Dyah saat dihubungi, Selasa.
Diah menjelaskan dalam perkembangan zaman, kesenian oglek yang semula hanya oglek putra ternyata memiliki versi lain hasil pengembangan atau kreasi baru yaitu oglek putri.
BACA JUGA: Kisah Keluarga Sumiran Penghuni Kampung Mati di Kulonprogo, Jalan 2 Km ke Rumah Tetangga
“Revitalisasi ini menjadi program kami [TBY] dengan menggunakan dana keistimewaan [Danais] dan upaya ini kami lakukan secara rutin setiap tahun,” katanya.
Revitalisasi yang dilakukan mencakup seni klasik dan seni kerakyatan. Untuk jenisnya juga tidak terbatas dalam bentuk tari. Menurut Dyah, kesenian tradisional harus dibuat lebih akrab dengan anak muda. Bentuk dan medianya dapat bermacam-macam seperti melalui Youtube, live Instagram, sampai Tiktok. Durasi pementasan pun dapat dipangkas disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan begitu, penonton tidak merasa jenuh menikmati. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pegadaian (Persero) kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan menyelenggarakan program Khitanan Massal 2026.
Pemerintah siapkan Perpres AI untuk dorong produktivitas, tata kelola, dan ekosistem digital Indonesia berbasis inovasi kecerdasan artifisial.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
PWI DIY membentuk Tim Ad Hoc untuk mengusulkan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin) sebagai Pahlawan Nasional sebagai penghormatan kebebasan pers.
Pusat riset mikroba endofit diluncurkan untuk memperkuat inovasi farmasi dan mempercepat hilirisasi hasil penelitian di Indonesia.
Kemkomdigi memastikan registrasi SIM biometrik mulai 1 Juli 2026 untuk nomor baru guna meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.