Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
AP (depan) ditahan di Polsek Bulaksumur, Senin (26/6/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman ditetapkan tersangka dalam kasus pencurian motor di wilayah Blimbingsari, Caturtunggal. Mahasiswa tersebut nekat mencuri motor untuk mobilitas di Jogja.
Kapolsek Bulaksumur, AKP Ngadi, menjelaskan pelaku berinisial AP, 21, mahasiswa semester 7 asal Jawa Barat. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (15/6/2023) pukul 06.30 WIB, di depan tempat indekos. "Korban memarkir motornya di depan kos pada pukul 01.00 WIB," ujarnya, Senin (26/6/2023).
Karena sudah mengantuk, korban langsung masuk kamar kos untuk tidur, dengan posisi kunci kontak motor lupa dicabut dari motor. Pagi harinya saat korban terbangun, motor Yamaha N-Max miliknya sudah tidak berada di tempat ia memarkir semula.
Mendapat laporan ini, Polsek Bulaksumur memeriksa CCTV di sekitar lokasi dan sejumlah saksi. Aksi AP tertangkap CCTV, dimana saat melakukan aksinya, AP mengenakan batik berwarna cokelat. Dengan ciri-ciri tersebut polisi memburu pelaku.
Baca juga: 7 Kampus Swasta di Indonesia yang Menawarkan Beasiswa KIP Kuliah
"Kami detailkan penyelidikannya, anak ini [pelaku] tinggal di salah satu kos. Berbekal baju batik ini, kami berhasil mengidentifikasi pelaku. Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku, langsung kami amankan," kata dia.
AP pun dibawa ke Polsek Bulaksumur untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa, AP mengakui perbuatan pencurian tersebut. AP kemudian ditahan dengan disangkakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Kepada wartawan, AP mengaku tidak ada niatan khusus untuk mencuri motor tersebut. Ia mengaku waktu itu hanya kebetulan lewat di lokasi kejadian dan mendapati motor korban dengan kunci kontak yang tertinggal di motor, sehingga timbul niat untuk mencurinya.
Adapun motor hasil curiannya tidak untuk dijual, melainkan sekadar untuk mobilitas sehari-hari karena selama kuliah di Jogja, ia tidak memiliki motor. “Tidak ada niatan untuk dijual, cuma untuk penggunaan pribadi,” katanya.
Ia juga tidak bisa membeli motor sendiri karena berdasarkan pengakuannya, kedua orang tuanya sudah meninggal. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia AP juga bekerja sampingan sambil kuliah. “Saya saat ini kuliah sambil kerja juga, tapi belum cukup juga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
GSMA mencatat 68% korban penipuan digital mengalami kerugian finansial. AI membuat modus scam makin sulit dikenali konsumen.
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
Persoalan pendidikan di Kabupaten Bantul masih cukup banyak, mulai dari kondisi fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, hingga proses belajar mengajar
Bagayoko yakin PSS Sleman tampil lebih baik saat menghadapi Madura United pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Maguwoharjo.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.