23 Warga Sleman Terdampak Gas Bocor di Bayen, Sampel Air Diuji
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Ilustrasi PNS - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang Idul Adha, ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga guru Kabupaten Sleman resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari Bupati Sleman.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman, R. Budi Pramono menyampaikan bahwa SK Pengangkatan PPPK Tenaga Guru yang diberikan telah berdasarkan SK 3 Menteri No.624/2023, No.2/2023 tentang perubahan kedua atas keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.1066 2022.
"Pada saat ini telah ditetapkan PPPK dari BKN bagi 312 PPPK Tenaga Guru di lingkungan Pemkab Sleman dan telah ditetapkan SK pengangkatannya," terangnya pada Selasa (27/6/2023).
BACA JUGA : Ratusan PPPK Tenaga Kesehatan di Sleman Terima SK
Adapun selanjutnya dari 312 PPPK yang SK-nya ditetapkan, Budi menuturkan ada satu PPPK yang meninggal dunia. "Ada satu peserta yang meninggal dunia pada Selasa, 20 Juni 2023 lalu. Sehingga yang menerima SK dan diambil sumpahnya sebanyak 311 orang," tambahnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan secara langsung SK Pengangkatan PPPK Tenaga Guru kepada para PPPK. Setidaknya ada 311 tenaga guru dari jenjang TK, SD dan SMP yang menerima SK dari Bupati di Pendopo Parasamya kali ini.
Usai menyerahkan surat keputusan kepada para PPPK, Kustini mengatakan bahwa melalui penetapan ini seluruh guru telah memiliki kepastian secara hukum, baik dalam hak dan kewajiban. Khususnya dalam hal kesejahteraan.
Kustini mengimbau agar para tenaga guru PPPK dapat mengikuti seluruh regulasi dan ketentuan yang ada, serta menumbuhkan kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi. "Saya berharap penambahan formasi tenaga pendidik dari PPPK ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di setiap level," ujarnya.
"Namun demikian harus kita sadari bahwa tanggung jawab pendidik tidak melulu hanya pada pendidikan formal saja. Terutama untuk membangun moral dan karakter anak yang baik," ungkapnya.
Di sisi lain Kustini juga mengajak para guru agar dapat terus belajar, memperbaiki diri dan mengembangkan potensi diri. Hal ini dilakukan meningkatkan kualitas generasi penerus yang harapannya dapat melahirkan generasi muda yang berakhlak, cerdas, dan berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.