38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Salah satu proses pembuatan sumur bor yang dilaksanakan di Kalurahan Sampang, Gedangsari. Foto diambil 20 Juni 2023.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Gedangsari menjadi salah satu daerah yang mengalami krisis air bersih di Gunungkidul saat kemarau. Meski demikian, permasalahan tersebut mulai bisa teratasi berkat program sumur bor yang digencarkan sejak beberapa tahun lalu.
Keberhasilan pembuatan sumur bor terlihat di Kalurahan Sampang. Pasalnya, sejak dua tahun terakhir warga di kalurahan yang berbatasan Kabupaten Klaten ini tidak lagi membutuhkan droping air.
BACA JUGA: Kemarau Kian Menjadi, Permintaan Dropping Air di Kulonprogo Terus Bertambah
Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Sampang, Suharman. Menurut dia, pembuatan sumur bor mulai dilaksanakan di 2019. Pertama kali diprakarsai oleh Panewu Gedangsari yang saat itu dijabat oleh Martono Imam Santoso lewat gerakan Wakaf Mata Air.
Total hingga sekarang sudah ada 16 titik sumur bor yang tersebar di enam dusun di Kalurahan Sampang. “Hampir setiap tahun ada bantuan sumur bor. Sekarang yang dibangun merupakan bantuan dari Pemerintah DIY,” kata Suharman, Kamis (30/6/2023).
Dia menjelaskan, untuk pembangunan tidak hanya mengandalkan bantuan dari APBD kabupaten melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) atau APBD provinsi. Adapun pelaksanananya juga mendapat bantuan dari program CSR sejumlah perusahaan.
“Malahan CSR yang paling banyak karena sudah terbangun di sepuluh titik,” ungkapnya.
Suharman memastikan dengan program sumur bor ini maka warga di kalurahannya tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Pembangunan juga terus dilanjutkan agar kebutuhan bisa terpenuhi secara menyerata.
“Memang saat kemarau ada penurunan debit, makanya pembangunan akan terus dilakukan. Termasuk meminta bantuan ke partai politik sehingga kebutuhan air masyarakat bisa tetap terjamin,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Serut, Sugiyanta. Menurut dia, adanya pembangunan sumur bor di wilayahnya sangat membantu warga mendapatkan air bersih.
“Kemarau terparah terjadi tujuh tahun lalu sehingga banyak meminta bantuan air bersih. Tapi, sekarang sudah bisa dicukupi melalui sumur bor yang kedalamannya mencapai hingga 100 meter,” katanya.
BACA JUGA: Potensi Kekeringan, Masyarakat Sleman Diminta Bijak Gunakan Air
Dia menjelaskan, untuk sumur bor yang terbangun sudah ada di enam titik. Adapun keberadaannya juga sudah bisa dirasakan warga di enam dusun di Kalurahan Serut.
“Memang debit air saat kemarau kurang optimal, tapi kebutuhan warga masih bisa terpenuhi. Untuk pembangunan sumur bor, terus dijalankan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di laga kandang terakhir. Van Gastel memuji permainan dominan timnya di babak pertama.
Bali United menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Dipta.
Manchester United memastikan finis posisi ketiga Liga Inggris 2025/26 setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.