Populasi Monyet Gunungkidul Tembus 1.000 Ekor, DLH Kaji Opsi Vasektomi
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Salah satu proses pembuatan sumur bor yang dilaksanakan di Kalurahan Sampang, Gedangsari. Foto diambil 20 Juni 2023.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Gedangsari menjadi salah satu daerah yang mengalami krisis air bersih di Gunungkidul saat kemarau. Meski demikian, permasalahan tersebut mulai bisa teratasi berkat program sumur bor yang digencarkan sejak beberapa tahun lalu.
Keberhasilan pembuatan sumur bor terlihat di Kalurahan Sampang. Pasalnya, sejak dua tahun terakhir warga di kalurahan yang berbatasan Kabupaten Klaten ini tidak lagi membutuhkan droping air.
BACA JUGA: Kemarau Kian Menjadi, Permintaan Dropping Air di Kulonprogo Terus Bertambah
Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Sampang, Suharman. Menurut dia, pembuatan sumur bor mulai dilaksanakan di 2019. Pertama kali diprakarsai oleh Panewu Gedangsari yang saat itu dijabat oleh Martono Imam Santoso lewat gerakan Wakaf Mata Air.
Total hingga sekarang sudah ada 16 titik sumur bor yang tersebar di enam dusun di Kalurahan Sampang. “Hampir setiap tahun ada bantuan sumur bor. Sekarang yang dibangun merupakan bantuan dari Pemerintah DIY,” kata Suharman, Kamis (30/6/2023).
Dia menjelaskan, untuk pembangunan tidak hanya mengandalkan bantuan dari APBD kabupaten melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) atau APBD provinsi. Adapun pelaksanananya juga mendapat bantuan dari program CSR sejumlah perusahaan.
“Malahan CSR yang paling banyak karena sudah terbangun di sepuluh titik,” ungkapnya.
Suharman memastikan dengan program sumur bor ini maka warga di kalurahannya tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Pembangunan juga terus dilanjutkan agar kebutuhan bisa terpenuhi secara menyerata.
“Memang saat kemarau ada penurunan debit, makanya pembangunan akan terus dilakukan. Termasuk meminta bantuan ke partai politik sehingga kebutuhan air masyarakat bisa tetap terjamin,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Serut, Sugiyanta. Menurut dia, adanya pembangunan sumur bor di wilayahnya sangat membantu warga mendapatkan air bersih.
“Kemarau terparah terjadi tujuh tahun lalu sehingga banyak meminta bantuan air bersih. Tapi, sekarang sudah bisa dicukupi melalui sumur bor yang kedalamannya mencapai hingga 100 meter,” katanya.
BACA JUGA: Potensi Kekeringan, Masyarakat Sleman Diminta Bijak Gunakan Air
Dia menjelaskan, untuk sumur bor yang terbangun sudah ada di enam titik. Adapun keberadaannya juga sudah bisa dirasakan warga di enam dusun di Kalurahan Serut.
“Memang debit air saat kemarau kurang optimal, tapi kebutuhan warga masih bisa terpenuhi. Untuk pembangunan sumur bor, terus dijalankan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
The Shawshank Redemption masih memimpin rating IMDb tertinggi sepanjang masa. Simak daftar 25 film terbaik versi jutaan pengguna IMDb.
Servis motor rutin membantu menjaga performa kendaraan. Simak komponen yang wajib dicek dan estimasi biaya servis bulanan.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Timnas Vietnam mendapat bonus Rp686 juta dari VFF usai menang 3-0 atas Indonesia dan semakin dekat ke semifinal Piala AFF 2026.
Aura Kasih mengaku sudah memiliki kekasih dan membantah rumor terkait Ridwan Kamil. Sang pasangan disebut dekat dengan Arabella.