Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Ilustrasi Covid-19 - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan perawatan pasien Covid-19 tak lagi gratis. Hal ini sejalan dengan diturunnkannya status dari pandemi menjadi endemi.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, upaya penanganan terhadap pasien corona tetap dilakukan, meski statusnya telah diturunkan. Hanya saja, perawatan tidak lagi gratis karena ada biaya yang harus ditanggung.
BACA JUGA: Sultan: Endemi, Faskes Masih Melayani Pasien Covid-19
Meski demikian, sambung dia, pembayaran tidak berlaku bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan. Pasalnya, seluruh biaya bisa dicover menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional ini.
Adapun beban biaya hanya diberikan kepada pasien yang belum masuk kepesertaan BPJS Kesehatan. “Ya kalau belum ikut kepesertaan, maka harus membayar secara mandiri,” katanya, Jumat (30/6/2023).
Dewi memastikan pelayanan tidak ada perubahan, meski statusnya telah berubah dari pandemi menjadi endemi. Selain itu, upaya pencatatan kasus penularan juga terus dilakukan dengan durasi laporan setiap satu minggu sekali.
Data terakhir pencatatan pada 22 Juni 2023 terdapat 23.673 orang. Adapun yang dinyatakan sembuh ada 22.424 orang, kasus aktif ada delapan orang serta warga meninggal dunia akibat terinfeksi corona sebanyak 1.241 kasus.
“Untuk data terbaru diperbarui setiap Senin,” katanya.
Dewi berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan virus corona, walapun statusnya telah diturunkan. Pencegahan bisa dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat.
“Jangan lupa makan-makanan bergizi dan rajin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
BACA JUGA: Endemi, Pemkot Jogja Tetap Lanjutkan Vaksinasi Booster Covid-19
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik adanya penurunan status pandemi menjadi endemi corona. Ia berpendapat kehidupan masyarakat telah kembali normal seperti sebelum terjadi penyebaran wabah.
“Harapannya perekonomian bisa tumbuh lebih pesat lagi,” katanya.
Meski demikian, Sunaryanta mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan terus menjaga kesehatan. Adapun penerapan protokol kesehatan disesuaikan dengan kesehatan masing-masing orang.
“Kalau sehat tidak perlu pakai masker. Tapi, kalau sakit, batuk-batuk bisa tetap menggunakan masker,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21. Sebanyak 188 korban dievakuasi, sementara 55 korban masih dalam pencarian.
Corriere dello Sport menyoroti perjalanan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh.
UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1000 dunia THE WUR 2027 dan tercatat di posisi kedua nasional bersama sejumlah kampus Indonesia.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.