Antrean Pasien Jadi Keluhan, Puskesmas Sleman Evaluasi Layanan
Antrean pasien menjadi sorotan di Puskesmas Sleman. Evaluasi layanan dan inovasi pendaftaran online disiapkan untuk kurangi waktu tunggu.
Mobil berpelat nomor luar DIY memasuki TPR Pantai Glagah, Jumat (30/6/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pantai Glagah yang menjadi penyumbang PAD terbesar dari sektor pariwisata Kulonprogo diprediksi tetap menjadi destinasi favorit wisatawan menghabiskan libur panjang Iduladha.
Petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) setempat mencatatkan kenaikan sejak hari Selasa (27/6/2023).
Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto mengatakan bahwa kenaikan terjadi secara konstan mulai dari Selasa lalu yang mencapai 1.005 pengunjung.
“Selasa kemarin ada 1.005 pengunjung. Angka itu naik terus menjadi 1.686 orang. Puncaknya sewaktu tanggal 29 Juni kemarin bisa mencapai 2.931,” kata Agus, Jumat (30/6/2023).
Kenaikan angka kunjungan tersebut tidak lepas dari libur panjang Iduladha. Pada Senin (26/6/2023) saja, pengunjung di Pantai Glagah hanya mencapai 942 orang. Apabila dibanding dengan dimulainya cuti bersama pada Rabu (28/6/2023), tentu kenaikan terjadi signifikan.
Petugas TPR Pantai Glagah lain, Gathot Prayogo mengaku banyak wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi utamanya mobil. Kata dia, mayoritas datang dari luar kota.
“Ada juga yang pakai bus kecil kemarin itu. Tapi sedikit. Kalau wisatawan hari ini [Jumat sampai pukul 11.30 WIB] ada sekitar 900 orang. Mereka masih pakai kendaraan pribadi. Bus malah belum ada yang masuk,” kata Gathot ditemui di Pantai Glagah pada Jumat.
BACA JUGA: Jelajah Kulonprogo, Kunjungi 4 Tempat Wisata Ini!
Sementara itu, Ketua Paguyuban Penginapan Pantai Glagah, Bento Sarino mengaku okupansi penginapan masih biasa saja atau tidak ada kenaikan signifikan. Setidaknya terdapat total sekitar 300 orang yang menginap di seluruh penginapan di Pantai Glagah selama tiga hari terakhir.
Bergeser ke sisi utara atau kawasan Perbukitan Menoreh tepatnya di Segajih Live In juga terdampak libur panjang Iduladha.
Ketua Desa Wisata Hargotirto, Ali Subkhan mengatakan bahwa hampir setiap hari terdapat pengunjung yang datang di Segajih Live In untuk belajar membatik.
“Biasanya pengunjung di Segajih Live In itu datang kalau akhir pekan. Tapi [pekan terakhir Juni] hampir setiap hari ada yang datang untuk belajar membatik. Totalnya sekitar 300 orang,” kata Ali dihubungi pada Jumat.
Ketua BPC PHRI Kulonprogo, Sumantoyo mengaku okupansi hotel di Kulonprogo selama libur panjang Idul Adha rata-rata mencapai 90 persen. Angka tersebut naik drastis jika dibandingkan dengan hari biasa yang hanya mencapai 50%. “Kalau untuk besok siang yang reservasi baru 60 persen,” kata Sumantoyo dihubungi pada Jumat.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki target khusus untuk libur Iduladha. “Karena ada cuti bersama cukup panjang dan melewati weekend, tetep ada peningkatan kunjungan yang signifikan. Catatan kami untuk camping ground di beberapa titik di Kulonprogo full book semua,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Antrean pasien menjadi sorotan di Puskesmas Sleman. Evaluasi layanan dan inovasi pendaftaran online disiapkan untuk kurangi waktu tunggu.
HP Nokia baru G42 5G dari HMD Global hadir dengan QuickFix, baterai 3 hari, kamera 50MP, dan harga sekitar Rp4 jutaan.
Ekonom Jerman Joachim Klement memprediksi Belanda akan menjuarai Piala Dunia 2026 di New York seusai mengalahkan Portugal milik Cristiano Ronaldo.
Android 17 hadir dengan AI Gemini, fitur otomatis, emoji 3D, dan peningkatan Instagram untuk pengalaman smartphone lebih cerdas.
Studi TU Graz ungkap risiko cedera penumpang wanita lebih tinggi 60% dalam kecelakaan mobil dan soroti bias uji tabrak.
Cara mudah menonaktifkan WhatsApp sementara tanpa mematikan koneksi internet di iPhone dan Android. Cocok untuk liburan tenang tanpa gangguan kerja.