Lanjutan Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Rp18 Miliar
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Mobil berpelat nomor luar DIY memasuki TPR Pantai Glagah, Jumat (30/6/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pantai Glagah yang menjadi penyumbang PAD terbesar dari sektor pariwisata Kulonprogo diprediksi tetap menjadi destinasi favorit wisatawan menghabiskan libur panjang Iduladha.
Petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) setempat mencatatkan kenaikan sejak hari Selasa (27/6/2023).
Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto mengatakan bahwa kenaikan terjadi secara konstan mulai dari Selasa lalu yang mencapai 1.005 pengunjung.
“Selasa kemarin ada 1.005 pengunjung. Angka itu naik terus menjadi 1.686 orang. Puncaknya sewaktu tanggal 29 Juni kemarin bisa mencapai 2.931,” kata Agus, Jumat (30/6/2023).
Kenaikan angka kunjungan tersebut tidak lepas dari libur panjang Iduladha. Pada Senin (26/6/2023) saja, pengunjung di Pantai Glagah hanya mencapai 942 orang. Apabila dibanding dengan dimulainya cuti bersama pada Rabu (28/6/2023), tentu kenaikan terjadi signifikan.
Petugas TPR Pantai Glagah lain, Gathot Prayogo mengaku banyak wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi utamanya mobil. Kata dia, mayoritas datang dari luar kota.
“Ada juga yang pakai bus kecil kemarin itu. Tapi sedikit. Kalau wisatawan hari ini [Jumat sampai pukul 11.30 WIB] ada sekitar 900 orang. Mereka masih pakai kendaraan pribadi. Bus malah belum ada yang masuk,” kata Gathot ditemui di Pantai Glagah pada Jumat.
BACA JUGA: Jelajah Kulonprogo, Kunjungi 4 Tempat Wisata Ini!
Sementara itu, Ketua Paguyuban Penginapan Pantai Glagah, Bento Sarino mengaku okupansi penginapan masih biasa saja atau tidak ada kenaikan signifikan. Setidaknya terdapat total sekitar 300 orang yang menginap di seluruh penginapan di Pantai Glagah selama tiga hari terakhir.
Bergeser ke sisi utara atau kawasan Perbukitan Menoreh tepatnya di Segajih Live In juga terdampak libur panjang Iduladha.
Ketua Desa Wisata Hargotirto, Ali Subkhan mengatakan bahwa hampir setiap hari terdapat pengunjung yang datang di Segajih Live In untuk belajar membatik.
“Biasanya pengunjung di Segajih Live In itu datang kalau akhir pekan. Tapi [pekan terakhir Juni] hampir setiap hari ada yang datang untuk belajar membatik. Totalnya sekitar 300 orang,” kata Ali dihubungi pada Jumat.
Ketua BPC PHRI Kulonprogo, Sumantoyo mengaku okupansi hotel di Kulonprogo selama libur panjang Idul Adha rata-rata mencapai 90 persen. Angka tersebut naik drastis jika dibandingkan dengan hari biasa yang hanya mencapai 50%. “Kalau untuk besok siang yang reservasi baru 60 persen,” kata Sumantoyo dihubungi pada Jumat.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki target khusus untuk libur Iduladha. “Karena ada cuti bersama cukup panjang dan melewati weekend, tetep ada peningkatan kunjungan yang signifikan. Catatan kami untuk camping ground di beberapa titik di Kulonprogo full book semua,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.