PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Kepala Pelakasana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta
Harianjogja.com, Bantul—Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan tidak ada penetapan status tanggap darurat pascagempa bumi magnitudo 6,0 yang terjadi di barat daya Bantul.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli Herwanta menjelaskan alasan tidak ada penetapan status tanggap darurat bencana gempa bumi.
Menurutnya, dari hasil pendataan sementara dan koordinasi dengan berbagai pihak bahwa dampak gempa bumi yang terjadi masih terkendali dan masih mampu diatasi oleh BPBD Bantul bersama masyarakat.
BACA JUGA: Terdampak Gempa Bumi, Atap Dapur Rumah di Sendangsari Sleman Ambruk
Dengan demikian pihaknya belum memerlukan untuk membuat posko bantuan yang memungkinkan pihak lain membantu penanganan pascagempa. “Dari kondisi tersebut kita tidak menetapkan status tanggap darurat. Kita tidak buka posko penerimaan bantuan,” katanya, saat ditemui di kantor BPBD Bantul, Sabtu (1/7/2023).
Agus menyatakan penetapan status tanggap darurat akan dilakukan apabila Pemkab Bantul tidak mampu menangani sendiri dan banyak kebutuhan dari masyarakat. Sejauh ini diakuinya kondisi pascagempa bumi yang terjadi Jumat (30/6/2023) malam, pukul 17.57 WIB tersebut masih dapat teratasi.
“Tidak ada pemadaman listrik, akses komunikasi lancar, jaringan air bersih juga lancar. Sehingga kita belum sampai membutuhkan bantuan pihak lain,” ujarnya.
Kendati demikian, BPBD Bantul tetap akan memberikan bantuan logistik dan bahan bangunan ke lokasi yang terdampak gempa. Bantuan berupa bahan makanan untuk kerja bakti warga dan sejumlah sukarelawan kebencanaan. Kemudian bantuan juga berupa bahan bangunan seperti usuk, reng, semen, dan genteng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.