Pemkab Sleman Salurkan Hibah Rp166,5 Juta untuk 32 Lembaga Sosial
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo lakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik salah satu warga Kulonprogo beberapa waktu lalu. Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mengambil langkah waspada dan tindakan cepat menyusul terjadinya wabah antraks di Kabupaten Gunungkidul.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengatakan bahwa langkah-langkah kewaspadaan yang telah diambil bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut ke wilayah Kulonprogo.
BACA JUGA: Terjangkit Anthrax, Kapanewon Semanu di Gunungkidul Diisolasi Terbatas
“Wabah antraks, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, telah menimbulkan keprihatinan di Kabupaten Gunungkidul. Melihat situasi ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dilaksanakan dengan baik,” kata Trenggono dihubungi, Rabu (5/7/2023).
Salah satu langkah yang telah diambil adalah melakukan peningkatan pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi hewan di wilayah Kulonprogo. Kata Trenggono, petugas pusat kesehatan hewan (Puskeswan) ditugaskan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada hewan ternak, utamanya sapi dan domba, yang diyakini rentan terhadap wabah antraks.
Tidak hanya itu, penyuluhan pun telah terus diberikan kepada peternak tentang tanda-tanda awal antraks pada hewan. Begitupun dengan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Peternak juga diberikan informasi mengenai vaksinasi yang tepat dan prosedur sanitasi yang benar untuk menghindarkan penyebaran penyakit ini.
Dinas Pertanian dan Pangan pun telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo untuk memperkuat sistem deteksi dini dan penanganan wabah melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan Puskeswan.
“Kami sangat serius dalam menghadapi ancaman wabah antraks ini. Kami telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi ternak dan mencegah penyebaran penyakit ini ke wilayah kami. Kami terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menginformasikan kepada peternak tentang langkah-langkah yang harus diambil,” katanya.
Tegas Trenggono, sejak tahun 2017 sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan antraks di Kabupaen Kulonprogo. Kendati begitu, DPP mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan melaporkan segera jika ada gejalan antraks pada hewan ternak. DPP juga terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan masyarakat di Kulonprogo.
“Dengan langkah-langkah yang diterapkan secara proaktif, diharapkan penyebaran wabah antraks dapat dicegah dan kerugian bagi sektor peternakan dapat diminimalkan,” ucapnya.
Plh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muhammad Ridwan Nur Bintara mengatakan bahwa vaksinasi antraks dilakukan hanya pada daerah terjadinya wabah.
“Di Kulonprogo vaksinasi hanya dilakukan di beberapa daerah seperti di Girimulyo yang pernah tertular tahun 2017 lalu,” kata Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.