Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pasien antraks - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, belum menetapkan status kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Selain penentuan status KLB berdampak pada perekonomian masyarakat, Pemkab mengklaim penyebaran Antraks sudah terkendali.
Menurut Sunaryanta, belum ditetapkan kebijakan KLB Antraks karena Pemkab masih mempertimbangkan dampak dari kebijakan tersebut. Ia berdalih, kebijakan KLB pasti akan memukul kondisi ekonomi di masyarakat. “Jadi harus dipertimbangkan matang-matang sehingga belum menetapkan KLB,” katanya kepada wartawan, Selasa (11/7/2023).
BACA JUGA: Viral Penyakit Antraks di Gunungkidul, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Di sisi lain, Sunaryanta juga mengklaim kasus atraks sudah sangat terkendali. Hal ini terlihat dari penanganan terhadap pasien maupun hewan ternak milik masyarakat yang sudah mulai mendapatkan suntikan pencegahan. “Sudah terkendali dan kondisi di masyarakat juga seperti biasa sebelum ada kasus. Untuk pencegahan juga terus melakukan sosialisasi di masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan puluhan warga yang bergejala antraks sudah mulai sembuh. Meski demikian untuk uji serologi hingga sekarang masih menunggu hasilnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, total ada 28 warga di Dusun Jati, Candirejo, Semanu yang bergejala antraks. Meski demikian, mayoritas warga menjalan rawat jalan karena yang dirawat dirawat di rumah sakit hanya satu orang.
BACA JUGA: Kabar Baik, Mayoritas Penderita Antraks di Gunungkidul Sembuh
“Terus kami pantau kondisi kesehatan para warga ini,” kata Dewi kepada wartawan.
Dia menjelaskan, untuk pasien rawat jalan sudah dinyatakan sembuh. Adapun yang dirawat di rumah sakit masih menjalani perawatan. “Tinggal yang di rumah sakit. sedangkan untuk puluhan warga lainnya sudah sembuh,” katanya.
Disinggung mengenai hasil serologi untuk pengentesan antraks, Dewi mengakui masih menunggu hasil tes tersebut. Hingga sekarang belum ada hasil dari pemeriksaan oleh tim ahli. “Kami masih menunggu hasilnya,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.