RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Sejumlah anggota TNI dan masyrakat sedang membangun jalan, talut, dan jembatan di Dusun Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Rabu (12/7/2023) lalu. Jalan dan jembatan yang dibangun tersebut adalah penghubung Kapanewon Pajangan dan Kasihan. (dok.Kodim Bantul)
Harianjogja.com, BANTUL—Kodim 0729 Bantul melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). TMMD Sengkuyung Tahap II 2023 ini serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia selama 30 hari, mulai 12 Juli hingga 10 Agustus 2023 mendatang.
Di Bantul, TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan di wilayah Dusun Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan. “Sasarannya adalah membangun infrastruktur perdesaan berupa jalan, jembatan, dan talud yang nantinya akan menjadi penghubung Kapanewon Pajangan dan Kapanewon Kasihan,” kata Pasiter Kodim 0729 Bantul sekaligus Kepala Proyek Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II 2023, Kapten Mb.Berhen Suncoko, Jumat (14/7/2023).
Selain kegiatan fisik, kata Berhen, kegiatan TMMD dilaksanakan pula kegiatan non fisik seperti penyuluhan bela negara, penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan kesehatan, dan penyuluhan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat buat masyarakat.
Lebih lanjut Berhen mengatakan kegiatan TMMD ini tidak hanya dilakukan oleh anggota TNI, namun juga melibatkan unsur Pemkab Bantul, anggota Polres Bantul, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan masyarakat.
Menurutnya, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI-Polri, departemen, lembaga pemerintahan non departemen, dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama dengan masyarakat. “Semoga kegiatan TMMD baik fisik maupun non fisik ini diharapkan tepat waktu,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Zonasi Memicu Masalah, Disdikpora DIY: Nanti Kami Koordinasi dengan Disdukcapil
Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo mengatakan TMMD Sengkuyung Tahap II 2023 diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempererat kerukunan di tengah masyarakat, juga dapat berdampak secara nyata dalam pengembangan kawasan perdesaan di Kalurahan Bangunjiwo Bantul dan sekitarnya.
“Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada, semoga gerak langkah kita mempercepat terwujudnya masyarakat Bantul yang sejahtera,” katanya.
Joko menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung yang telah berlangsung di Bantul selama ini telah mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur di kalurahan, sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Bantul.
Melalui program TMMD Sengkuyung di Bantul ini juga diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di kalurahan, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, serta disusun dengan sistem bottom up planning. “Dengan adanya dukungan dan bantuan dari TNI melalui kegiatan TMMD Sengkuyung tahap kedua tahun 2023 ini maka pembangunan di Kabupaten Bantul dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.
Prediksi Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026, lengkap dengan susunan pemain, analisis, dan prediksi skor terbaru.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.
Pemkab Sleman mulai rehabilitasi 8 SMP pada 2026. Enam sekolah sudah kontrak, sisanya menyusul dengan anggaran Rp1,54 miliar.