193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Sejumlah anggota TNI dan masyrakat sedang membangun jalan, talut, dan jembatan di Dusun Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Rabu (12/7/2023) lalu. Jalan dan jembatan yang dibangun tersebut adalah penghubung Kapanewon Pajangan dan Kasihan. (dok.Kodim Bantul)
Harianjogja.com, BANTUL—Kodim 0729 Bantul melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). TMMD Sengkuyung Tahap II 2023 ini serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia selama 30 hari, mulai 12 Juli hingga 10 Agustus 2023 mendatang.
Di Bantul, TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan di wilayah Dusun Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan. “Sasarannya adalah membangun infrastruktur perdesaan berupa jalan, jembatan, dan talud yang nantinya akan menjadi penghubung Kapanewon Pajangan dan Kapanewon Kasihan,” kata Pasiter Kodim 0729 Bantul sekaligus Kepala Proyek Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II 2023, Kapten Mb.Berhen Suncoko, Jumat (14/7/2023).
Selain kegiatan fisik, kata Berhen, kegiatan TMMD dilaksanakan pula kegiatan non fisik seperti penyuluhan bela negara, penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan kesehatan, dan penyuluhan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat buat masyarakat.
Lebih lanjut Berhen mengatakan kegiatan TMMD ini tidak hanya dilakukan oleh anggota TNI, namun juga melibatkan unsur Pemkab Bantul, anggota Polres Bantul, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan masyarakat.
Menurutnya, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI-Polri, departemen, lembaga pemerintahan non departemen, dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama dengan masyarakat. “Semoga kegiatan TMMD baik fisik maupun non fisik ini diharapkan tepat waktu,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Zonasi Memicu Masalah, Disdikpora DIY: Nanti Kami Koordinasi dengan Disdukcapil
Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo mengatakan TMMD Sengkuyung Tahap II 2023 diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempererat kerukunan di tengah masyarakat, juga dapat berdampak secara nyata dalam pengembangan kawasan perdesaan di Kalurahan Bangunjiwo Bantul dan sekitarnya.
“Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada, semoga gerak langkah kita mempercepat terwujudnya masyarakat Bantul yang sejahtera,” katanya.
Joko menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung yang telah berlangsung di Bantul selama ini telah mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur di kalurahan, sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Bantul.
Melalui program TMMD Sengkuyung di Bantul ini juga diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di kalurahan, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, serta disusun dengan sistem bottom up planning. “Dengan adanya dukungan dan bantuan dari TNI melalui kegiatan TMMD Sengkuyung tahap kedua tahun 2023 ini maka pembangunan di Kabupaten Bantul dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
KPK menjadwalkan pemeriksaan kedua Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB dan penerimaan lainnya.
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan eco enzyme bersama komunitas Eco Enzyme Nusantara untuk mengolah kulit buah menjadi cairan fermentasi.
Disdukcapil Bantul menggencarkan layanan jemput bola perekaman KTP-el bagi penyandang disabilitas. Cakupan perekaman diperkirakan mencapai 75%–80%.
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.