Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Sejumlah anggota TNI dan masyrakat sedang membangun jalan, talut, dan jembatan di Dusun Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Rabu (12/7/2023) lalu. Jalan dan jembatan yang dibangun tersebut adalah penghubung Kapanewon Pajangan dan Kasihan. (dok.Kodim Bantul)
Harianjogja.com, BANTUL—Kodim 0729 Bantul melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). TMMD Sengkuyung Tahap II 2023 ini serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia selama 30 hari, mulai 12 Juli hingga 10 Agustus 2023 mendatang.
Di Bantul, TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan di wilayah Dusun Sambikerep, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan. “Sasarannya adalah membangun infrastruktur perdesaan berupa jalan, jembatan, dan talud yang nantinya akan menjadi penghubung Kapanewon Pajangan dan Kapanewon Kasihan,” kata Pasiter Kodim 0729 Bantul sekaligus Kepala Proyek Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II 2023, Kapten Mb.Berhen Suncoko, Jumat (14/7/2023).
Selain kegiatan fisik, kata Berhen, kegiatan TMMD dilaksanakan pula kegiatan non fisik seperti penyuluhan bela negara, penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan kesehatan, dan penyuluhan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat buat masyarakat.
Lebih lanjut Berhen mengatakan kegiatan TMMD ini tidak hanya dilakukan oleh anggota TNI, namun juga melibatkan unsur Pemkab Bantul, anggota Polres Bantul, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan masyarakat.
Menurutnya, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI-Polri, departemen, lembaga pemerintahan non departemen, dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama dengan masyarakat. “Semoga kegiatan TMMD baik fisik maupun non fisik ini diharapkan tepat waktu,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Zonasi Memicu Masalah, Disdikpora DIY: Nanti Kami Koordinasi dengan Disdukcapil
Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo mengatakan TMMD Sengkuyung Tahap II 2023 diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempererat kerukunan di tengah masyarakat, juga dapat berdampak secara nyata dalam pengembangan kawasan perdesaan di Kalurahan Bangunjiwo Bantul dan sekitarnya.
“Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada, semoga gerak langkah kita mempercepat terwujudnya masyarakat Bantul yang sejahtera,” katanya.
Joko menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung yang telah berlangsung di Bantul selama ini telah mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur di kalurahan, sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Bantul.
Melalui program TMMD Sengkuyung di Bantul ini juga diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di kalurahan, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, serta disusun dengan sistem bottom up planning. “Dengan adanya dukungan dan bantuan dari TNI melalui kegiatan TMMD Sengkuyung tahap kedua tahun 2023 ini maka pembangunan di Kabupaten Bantul dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
Harga Pertamax naik membuat sebagian pemilik kendaraan melirik Pertalite. Simak risiko penggunaan BBM RON 90 pada kendaraan yang direkomendasikan memakai RON 92
Provinsi Jawa Tengah kembali mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan terkait capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter mendapat sorotan media asing dari Singapura dan Malaysia.
Pemkab Kulonprogo telah membayar tagihan listrik LPJU sebesar Rp2,52 miliar hingga Juni 2026. Total anggaran listrik fasilitas umum tahun ini mencapai Rp7,14 mi