RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung II Bantul Tahun 2025./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 Bantul digelar di Kalurahan Wukursari, Kapanewon Imogiri.
Program TMMD Sengkuyung II ini akan dilaksanakan selama 30 hari dari 6 Mei hingga 4 Juni 2025 mendatang dengan sasaran pembangunan fisik dan non fisik.
Untuk sasaran fisik di antaranya membangun jalan tembus dari wilayah kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri menuju kawasan wisata Becici, di Gunungcilik, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo sepanjang 280 meter lebar 3 meter dan tebal 12 sentimeter.
Kemudian juga pembuatan talud sepanjang 25 meter dan tinggi 1,5 m serta sepanjang 30 meter tinggi 2,5 meter. Selanjutnya pemasangan gorong-gorong di tiga lokasi; pembuatan saluran air; dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit.
"Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kebangsaan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, yang bertujuan memperkuat pondasi sosial dan ekonomi di wilayah pedesaan," kata Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Inf Muhidin, dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).
Muhidin menegaskan bahwa TMMD adalah wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendorong pemerataan pembangunan. “TMMD bukan sekadar program fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan ketahanan nasional berbasis desa,” tegasnya.
BACA JUGA: Bocah 8 Tahun yang Hilang di Selokan Banguntapan Ditemukan Meninggal Dunia
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam upacara upacara pembukaan program TMMD Tahap II Kabupaten Bantul menilai program TMMD telah terbukti memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Bantul. TMMD merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara TNI, pemerintah kabupaten dan masyarakat dalam membangun dan memajukan desa.
“Selain itu TMMD juga merupakan wadah yang mengakomodasi aspirasi semakin masyarakat, sehingga masyarakat termotivasi dan percaya diri mendayagunakan setiap potensi yang ada di sekitarnya,” beber Bupati.
Halim menyoroti bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan militer atau kebijakan politik semata, tetapi juga dari kesejahteraan dan kemajuan desa. Desa memiliki peran yang sangat penting. Baginya, program TMMD tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
“Melalui TMMD, kita tidak hanya melindungi kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan ideologi, ekonomi, sosial dan budaya bangsa kita dengan meningkatkan pemahaman kebangsaan dan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, kita juga berharap program TMMD Sengkuyung tahap kedua ini akan dapat meneguhkan semangat kebersamaan ditengah masyarakat untuk bersama sama mengelola potensi desanya agar makin maju dan mandiri,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.