SK Darurat Kekeringan Sleman Rampung, Bantuan Air Bersih Disalurkan
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Tim SAR Gabungan sedang melakukan pencarian korban tenggelam di muara Sungai Progo, Banaran, Galur, Kulonprogo pada Selasa (1/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pencarian korban tenggelam di Muara Sungai Progo hari kedua kembali dilakukan. Kali ini Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang anak berumur 11 tahun tenggelam di muara Sungai Progo, Banaran, Galur ketika mencari keong di tepi sungai bersama empat temannya. Anak tersebut bermain terlalu ke tengah yang menyebabkannya tenggelam.
Kepala Kantor Basarnas DIY Kamal Riswandi, mengatakan pencarian korban tenggelam berinisial GMC, warga Tirtorahayu, Galur, 11 tahun, hari kedua memakan waktu sekitar 2,5 jam. Dalam pencarian tersebut, korban akhirnya ditemukan 500 meter dari lokasi tenggelam ke arah utara.
BACA JUGA : Mencari Keong, Seorang Anak Tenggelam di Sungai Progo
“Operasi hari kedua ini Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga SRU [Search and Rescue Unit]. SRU satu melakukan penyisiran darat dari lokasi tenggelam ke arah Utara sejauh 200 meter dan ke arah selatan sejauh 300 meter,” kata Kamal dihubungi, Selasa (1/8/2023).
Kemudian, SRU dua melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan menggunakan Aqua Eye, mulai dari lokasi tenggelam. Lalu, SRU tiga melakukan penyelaman kembali di sekitar lokasi tenggelam.
Mengenai karakter sungai, Kamal menambahkan air di permukaan cukup tenang dan kondisi air sedang pasang dari laut. Selain itu untuk arus dalam sungai cukup kencang ke arah ke utara.
“Korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan SRU satu pukul 08.30 WIB. Jarak penemuan 500 meter dari lokasi tenggelam ke arah utara. Saat ini korban telah dievakuasi dan dibawa langsung ke rumah duka,” katanya.
BACA JUGA : Korban Tenggelam di Sungai Progo Ditemukan Meninggal Dunia
Sebelumnya saksi bernama Aji tersebut mengaku sedang memancing ketika satu anak tenggelam di Sungai Progo tepatnya di muara kali. Dia melihat satu anak berinsial GMC, warga Tirtorahayu, Galur, berumur 11 tahun tenggelam.
“GMC terlalu ke tengah [ketika mencari keong] dan salah satu pemancing melihat korban sudah tenggelam,” katanya.
Joko mengaku setelah pihaknya mendapat laporan tersebut maka pencarian langsung menuju lokasi. Setelah melakukan koordinasi mengenai titik tenggelamnya korban, pencarian dilakukan. Sampai dengan pukul 18.15, Joko dan anggota SRI wilayah V masih mencari GMC. “Kami masih mencari [anak tenggelam di Sungai Progo]. Ini masih belum ditemukan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.