Advertisement
Sempat Dihentikan, Pembuangan Sampah dari Jogja ke TPA Banyuroto kembali Dilakukan
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menduga sampah yang masih banyak bertebaran di pinggiran jalan di wilayahnya karena pengiriman ke TPA Banyuroto, Kulonprogo sempat dihentikan. Penghentian pengiriman sampah di Jogja ke TPA Banyuroto berhenti sejak beberapa hari yang lalu.
Penghentian tersebut karena perjanjian awal Pemkot Jogja dengan Pemkab Kulonprogo terkait dengan pengiriman sampah berjangka waktu selama tujuh hari, lalu dievaluasi. “Sudah tujuh hari sejak pertama dikirim, lalu memang dihentikan sementara. Untuk mereka mengevaluasi, sekarang sudah mulai dikirim lagi,” kata Kepala Bidang Persampahan DLH Jogja, Ahmad Haryoko pada Minggu (6/8/2023).
Advertisement
Dia mengklaim bahwa kerja sama pembuangan sampah antara Pemkot Jogja dan Pemkab Kulonprogo kembali dilanjutkan hingga tujuh hari ke depan. “Memang dari Pemkab Kulonprogo tidak bisa memastikan mereka dapat menerima pengiriman sampah ke TPA Banyuroto hingga September, tetapi setiap tujuh hari dilakukan evaluasi dulu,” ucap dia.
BACA JUGA: Semua Depo Sampah Dibuka
Evaluasi diperlukan Pemkab Kulonprogo, lanjut Haryoko, lantaran TPA Banyuroto juga sedang dibangun. “Kami menduganya sampah di jalan [di Kota Jogja] itu karena TPA Banyuroto kemarin ditutup, jadi jumlah volume sampahnya sekitar 15 ton yang tidak terangkut sehingga di jalan,” ujarnya.
Haryoko menegaskan komitmennya untuk terus mengangkut sampah yang berada di pinggiran jalan. “Kami terus berkomitmen menyelesaikan masalah ini, mulai hari ini jalan-jalan juga dilakukan pengangkutan sampah terutama jalan protokoler,” jelasnya.
Meskipun DLH Jogja sudah membuka seluruh deponya secara terbatas pada jam khusus, lanjut Haryoko, kapasitas pengirimannya ke TPA Piyungan juga terbatas hanya 100 ton perhari. “Menag kondisinya serba terbatas sehingga harus dilakukan manajemen seefektif mungkin, kami juga sedang menggiatkan pengelolaan mandiri dengan biopori."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- 1.381 Warga Binaan di DIY Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
- Dinkes Bantul Siaga Risiko KLB dan Kasus Keracunan Saat Lebaran
- Posko Ramah Pemudik Gereja Aloysius Gonzaga Dibuka hingga H+5 Lebaran
- Dana Desa Tahap 1 Mulai Disalurkan April di Bantul
Advertisement
Advertisement







