Koperasi Merah Putih Jogja Siap Produksi 65 Ribu Batik Segoro Amarto
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Pelabuhan Tanjung Adikarto./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tanjung Adikarta yang semula didesain sebagai pelabuhan penangkapan ikan mangkrak sejak proyek itu dimulai pada 2007 silam. Agar proyek tersebut dapat digunakan, Pemda DIY menggagas pemanfaatannya sebagai pusat pembenihan beberapa waktu lalu. Meski begitu, rencana tersebut masih terus dikaji.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Tri Saktiyana menyampaikan pemanfaatan Tanjung Adikarto sebagai pusat perbenihan masih dalam tahap kajian. Menurutnya endapan pasir yang ada di lokasi tersebut menjadi kendala.
“Kami pantau bersama Tanjung Adikarto untuk pelabuhannya sudah dibangun cukup lama, tetapi belum aktif seperti yang diharapkan, karena endapan pasirnya sangat mengganggu,” katanya, Minggu (6/8/2023).
Untuk mengatasinya, kata Tri, adalah dengan mengeruk pasir pantainya. Namun, hal ini memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga solusinya adalah dengan menjual pasir pantai yang telah dikeruk tersebut.
“Dengan demikian, kami tidak bisa mengoperasikan pelabuhan dengan biaya pengerukan pasir [yang tinggi]. Kemudian, kalau kami keruk [tidak dijual], pasirnya akan ditaruh mana, kalau ditempatkan di situ [area sekitar Tanjung Adikarta] banyak sekali,” katanya.
BACA JUGA: Dibangun sejak 2007, Tanjung Adikarta Masih Saja Mangkrak
Hingga saat ini menurut Tri regulasi terkait dengan jual beli pasir pantai masih belum pasti, sehingga jual beli pasir belum dapat dilakukan.
Lagipula, sejak awal Tanjung Adikarta dibangun, peruntukannya adalah sebagai pelabuhan penangkapan ikan, sehingga apabila pemanfaatannya diubah menjadi pusat perbenihan, harus menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat.
Menurutnya, dengan didesain sebagai pelabuhan penangkapan ikan, sehingga pelabuhan tersebut seringkali ada air laut dan air tawar yang bercampur, sehingga perlu dikaji ikan apa yang cocok dengan kondisi air seperti itu. “Iya [dikaji] ikan yang cocok, dan treatment airnya seperti apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.