Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Pelabuhan Tanjung Adikarto./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tanjung Adikarta yang semula didesain sebagai pelabuhan penangkapan ikan mangkrak sejak proyek itu dimulai pada 2007 silam. Agar proyek tersebut dapat digunakan, Pemda DIY menggagas pemanfaatannya sebagai pusat pembenihan beberapa waktu lalu. Meski begitu, rencana tersebut masih terus dikaji.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Tri Saktiyana menyampaikan pemanfaatan Tanjung Adikarto sebagai pusat perbenihan masih dalam tahap kajian. Menurutnya endapan pasir yang ada di lokasi tersebut menjadi kendala.
“Kami pantau bersama Tanjung Adikarto untuk pelabuhannya sudah dibangun cukup lama, tetapi belum aktif seperti yang diharapkan, karena endapan pasirnya sangat mengganggu,” katanya, Minggu (6/8/2023).
Untuk mengatasinya, kata Tri, adalah dengan mengeruk pasir pantainya. Namun, hal ini memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga solusinya adalah dengan menjual pasir pantai yang telah dikeruk tersebut.
“Dengan demikian, kami tidak bisa mengoperasikan pelabuhan dengan biaya pengerukan pasir [yang tinggi]. Kemudian, kalau kami keruk [tidak dijual], pasirnya akan ditaruh mana, kalau ditempatkan di situ [area sekitar Tanjung Adikarta] banyak sekali,” katanya.
BACA JUGA: Dibangun sejak 2007, Tanjung Adikarta Masih Saja Mangkrak
Hingga saat ini menurut Tri regulasi terkait dengan jual beli pasir pantai masih belum pasti, sehingga jual beli pasir belum dapat dilakukan.
Lagipula, sejak awal Tanjung Adikarta dibangun, peruntukannya adalah sebagai pelabuhan penangkapan ikan, sehingga apabila pemanfaatannya diubah menjadi pusat perbenihan, harus menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat.
Menurutnya, dengan didesain sebagai pelabuhan penangkapan ikan, sehingga pelabuhan tersebut seringkali ada air laut dan air tawar yang bercampur, sehingga perlu dikaji ikan apa yang cocok dengan kondisi air seperti itu. “Iya [dikaji] ikan yang cocok, dan treatment airnya seperti apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.