Advertisement
Polemik Sampah Jogja, Sultan HB X Imbau Masyarakat Kerja Sama dengan Pemulung

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat agar bekerja sama dengan pemulung untuk penyaluran sampah anorganik. Hal ini agar pemulung tidak kehilangan mata pencarian seiring dengan TPA Piyungan yang hanya dibuka secara terbatas.
Pembukaan secara terbatas TPA Piyungan mengakibatkan banyak sampah menumpuk di luar area TPA. Tak hanya itu pemulung di TPA Piyungan pun kian berkurang.
Advertisement
BACA JUGA: Terdampak Tol Jogja Solo, 3 Makam di Tirtoadi Sleman Segera Direlokasi
“Sampah [anorganik] yang dikumpulkan masyarakat itu dijual kelompok masyarakat ke mana? Sedangkan biasanya diambil pemulung. Kalau diambil kelompok masyarakat terus didistribusikan ke yang biasa mengangkut, membeli barang bekas, kemudian masuk pabrik, berarti pemulung kehilangan pekerjaan,” katanya di kompleks Kepatihan, Jumat (18/8/2023).
Sementara Sultan menginginkan agar sampah anorganik tersebut dapat disalurkan masyarakat pada pemulung, sehingga selain dapat mengatasi persoalan sampah, pemulung pun tetap mendapatkan pencahariannya.
“Mestinya harapan saya tidak seperti itu [dijual tanpa melalui pemulung], kelompok masyarakat menjualnya [sampah anorganik] kerja sama sama pemulung sehingga pemulung tidak kehilangan mata pencariannya [akibat pembatasan TPA Piyungan],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement