PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Bantul menyatakan kunjungan wisatawan ke Bumi Projotamansari merosot sejak dua pekan terakhir. Penurunan kunjungan wisatawan karena memang saat ini masuk low season sampai beberapa bulan ke depan.
“Sudah sejak dua pekan terakhir ini kunjungan wisatawan turun,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, saat dihubungi Jumat (18/8/2023).
Menurutnya penurunan kunjungan wisatawan tersebut bukan diakibatkan persoalan sampah, namun lebih pada transisis bahwa setiap Agustus sampai November mendatang merupakan low season karena anak sekolah mulai masuk. Namun kemungkinan pada September, diprediksi ada kenaikan kunjungan sedikit karena mahasiswa sudah pada kembali ke Jogja untuk kuliah.
BACA JUGA: Cak Nun Boleh Pulang dari RSUP Sardjito, Tim Dokter Tetap Memantau
Akan tetapi kenaikan tersebut tidak signifikan. “Puncak kenaikan kunjungan akan terjadi di Desember mendatang,” ucapnya.
Dia belum bisa menyebut penurunan kunjungan wisatawan itu ada kaitannya dengan persoalan sampah sejak beberapa waktu terakhir. Seperti diketahui sejak Juli lalu terjadi penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Penutupan TPA Piyungan ini sempat terjadi penumpukan sampah di beberapa titik, seperti di Ring Road Timur dan juga di Jalan Bugisan.
Kwintarto mengaku sejauh ini belum ada statemen atau keluhan dari wisatawan yang tidak jadi piknik ke Bantul gara-gara sampah. Sehingga tidak ada kaitannya antara persoalan sampah dengan penurunan kunjungan wisatawan.
Kendati demikian, jika persoalan sampah tidak ditangani dengan baik dalam jangka waktu lama tentu berpotensi mengganggu wisatawan. “Potensi menganggu pariwisata bisa saja ketika disampaikan dan itu rasional bisa berdampak. Tapi kami belum mengukur karena belum ada statemen wisatawan engga akan ke Jogja karena sampah,” ujarnya.
Lebih lanjut Kwintarto mengatakan sejauh ini tidak ada penumpukan sampah di destinasi wisata sehingga sampah dapat dikelola dengan baik. Menurutnya volume sampah bisa meningkat ketika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan dan juga musim hujan. Sebab ketika musim hujan banyak sampah dari utara terbawa sungai sampai ke laut dan menumpuk di pesisir pantai selatan.
Kasi Promosi dan Informasi Wisata, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi menambahkan kunjungan wisatawan saat ini pada akhir pekan ada dikisaran 15.000-20.000 wisatawan. Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya di akhir pekan bisa sampai 30.000-40.000 wisatawan
Penurunan ini karena siklus dan bukan karena persoalan sampah. Meski demikian, ia mengimbau wisatawan dan juga para pelaku wisata untuk sama-sama mengurangi penggunaan sampah plastik yang sulit terurai. “Kurangi kemasan makanan berbahan plastik. Kami hanya bisa mengimbau, tidak bisa melarang,” ujarnya.
BACA JUGA: Dongkrak Produksi Pertanian, Pemkab Gunungkidul Kembangkan Lumbung Mataram
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uzbekistan menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Kolombia. Los Cafeteros lebih diunggulkan membuka turnamen dengan kemenangan.
Kesbangpol Kulonprogo menilai budaya patriarki dan minimnya pendidikan politik menjadi penyebab hanya tiga perempuan menjabat lurah dari 87 kalurahan.
Kemenpar menargetkan 19,1 juta wisatawan mancanegara pada 2027 dengan devisa pariwisata hingga US$28,6 miliar dan serapan tenaga kerja meningkat.
Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 dimulai dari Depok dengan hiburan, UMKM, komunitas, dan talkshow otomotif yang dapat dinikmati gratis.
MotoGP menggelar tes perdana motor 850cc di Brno. Ducati menunjuk Marc Marquez dan Fermin Aldeguer untuk menjajal motor era baru 2027.