45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora Resmi Beroperasi
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menanam tanaman cabai di Lumbung Mataraman Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, belum lama ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mendongkrak produksi pertanian, Pemkab Gunungkidul, mengembangkan lumbung mataraman di Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, di atas lahan seluas 1,5 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Gunungkidul Rismiyadi di Gunungkidul, mengatakan lumbung mataraman ini akan dikelola oleh kelompok wanita tani ( KWT) di 10 padukuhan di wilayah ini.
Ia mengatakan pembangunan lumbung mataraman di wilayah ini mendapatkan bantuan dari dana keistimewaan sebesar Rp750 juta. Dana itu untuk pengolahan pupuk organik, kolam ikan, balai pameran, pengembangan tanaman anggur, markisa manis dan aneka sayuran, juga ternak sapi.
“Ada dukungan juga dari dana desa berupa green house melon, lahan sayuran yang semua dikelola oleh KWT,” katanya, (18/8/2023).
Di sisi lain, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan lumbung mataraman yang dikembangkan di Kedungpoh ini menjadi lumbung kedua setelah di wilayah Kapanewon Semin. “Nanti juga akan dibangun di wilayah Balong di Kapanewon Girisubo dan Genjahan di Kapanewon Ponjong,” katanya.
BACA JUGA: Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Jalan Raya, Puing Dibersihkan, 10 Tewas Hanya 1 yang Utuh
Ia mengatakan sektor pertanian dan pangan, serta UMKM menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul. Dengan lumbung mataraman ini pertanian mulai menerapkan perkembangan teknologi. "Kami berharap dengan banyaknya perkembangan teknologi pertanian, milenial hadir lebih banyak lagi,” katanya.
Bupati juga berharap masyarakat pengelola lumbung mataraman Kedungpoh dapat memaksimalkan potensi yang ada, serta bersungguh-sungguh dalam bertani sebab tidak semua wilayah di Gunungkidul mendapatkan fasilitas ini.
“Jangan hanya semangat di depan, tapi pengelolaan ini harus dikerjakan terus menerus dan berkesinambungan,” katanya.
Dalam kesempatan monitoring dan evaluasi tersebut, Bupati Gunungkidul Sunaryanta bersama KWT secara simbolis melakukan penanaman cabai.
Sedangkan Lurah Kedungpoh, Dwiyono mengatakan debit air yang bagus di wilayah ini sangat mendukung budi daya tanaman yang berkelanjutan. Berbagai tanaman tidak hanya panen sekali namun ada yang bertahan hingga satu tahun. “Berkat pendampingan penyuluh pertanian, ibu ibu dari 10 padukuhan ini sangat semangat [mengerjakan pertanian di lumbung mataram Gunungkidul ini],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.