Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Baharuddin Kamba mengirimkan surat untuk Sri Sultan HB X di Kantor Pos Besar Jogja, Jumat (9/5/2025)./ist Baharuddin Kamba
Harianjogja.com, JOGJA—Orang tua salah satu siswa SMP di Jogja, Baharuddin Kamba, menyurati Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Ia mendesak orang nomor satu di Jogja tersebut untuk mengusut tuntas dan memproses pelaku dalam kasus dugaan kebocoran soal Assassment Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD).
Surat tersebut dikirimkan melalui Kantor Pos Besar Jogja, Jumat (9/5/2025). Dalam suratnya, ia mengungkapkan sebagai orang tua yang anaknya menjadi peserta ASPD pada 5-7 Mei 2025 lalu, menyayangkan terjadinya dugaan kebocoran soal.
Ditambah lagi hasil penelusuran dari Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang DIY yang menyimpulkan dua soal dalam mata pelajaran Literasi Numerasi atau matematika hanya memiliki kemiripan dan tidak terbukti bocor dari penyusun atau guru di sekolah bersangkutan.
BACA JUGA: Hasil Investigasi Kebocoran Soal ASPD, Guru SMPN 10 Jogja Tidak Terbukti Membocorkan Soal
“Menjadi pertanyaan, apakah hasil penelusuran dan klarifikasi yang masih bersifat sementara tetapi sudah disimpulkan tidak ada kebocoran soal dan tidak ada keterlbatan guru dalam membocorokan soal, merupakan standarisasi pada umumnya dalam mengungkap sebuah kasus yang menjadi perhatian publik?” tanyanya.
Lalu keputuran menjadikan dua soal yang bermasalah tersebut bonus menurutnya bukan solusi yang bijak. “Karena akan menimbulkan pertanyaan, misalnya apakah hanya ada dua soal saja? Bagaimana dengan jawaban siswa yang benar menjawab? Mendapat bonus apa?” ungkapnya.
Maka ia meminta Gubernur DIY, Sri Sultan HB X untuk pertama, mengusut tuntas kasus dugaan kebocoran soal ini secara transparan, objektif dan akuntabel. “Apabila terbukti adanya pihak yang terlibat, maka sanksi tegas dapat diterapkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Kedua, membentuk tim independen dengan dapat melibatkan pihak perguruan tinggi agar hasil lebih obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan. “Karena jika hanya melibatkan internal dalam hal ini Disdikpora DIY sebagai tim pemeriksa sementara yang diperiksa bagian dari tim pembuat soal, sehingga dapat diragukan objektivitasnya,” kata dia.
Ketiga, memerintahkan kepada Kepala Disdikpora DIY untuk membuka link google form yang ada di SMPN 10 Jogja. “Karena pada saat saya meminta Kepala SMP Negeri tersebut, beliau menyarankan untuk datang ke kantor Disdikpora DIY. Hal ini penting dibuka link google form tersebut untuk memastikan apakah benar merupakan soal latihan atau soal yang diujikan,” ujarnya.
Seperti diketahui, soal ASPD DIY diduga bocor dan beredar di kalangan SMPN 10 Jogja. Dari hasil penelururan Disdikpora DIY, sementara disimpulkan tidak ada keterlibatan penyusun soal dan hanya ada kemiripan pada dua soal, bukan kebocoran. Dua soal itu pun dibonuskan bagi seluruh peserta ASPD DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
KPK mengungkap aliran uang Rp1,5 miliar dari bos Summarecon kepada Erwin dalam dugaan pengurusan blokir SHGB dan pemecahan HGB.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.