Pemkab Kulonprogo Rotasi Pejabat, Susilaningsih Jadi Direktur RSUD Wates
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Rafi Alkhamdika Nugroho pamitan di Kantor Bupati Kulonprogo, Jumat (9/5/2025) untuk berangkat haji ke Makkah. Warga Kapanewon Galur ini menjadi jemaah haji termuda dari Kulonprogo tahun ini. Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO – Sebanyak 332 calon Jemaah haji (Calhaj) dari Kabupaten Kulonprogo siap diberangkatkan ke tanah suci Makkah 21 Mei nanti.
Mayoritas Jemaah haji Kulonprogo berusia lanjut 65 tahun ke atas. Namun, dalam pamitan Jemaah haji dengan Bupati Kulonprogo Agung Setyawan ada Calhaj termuda yakni berusia 19 tahun.
Sosok tersebut ialah Rafi Alkhamdika Nugroho yang merupakan Jemaah haji dari Kapanewon Galur. Kepada Harianjogja.com dia menceritakan, sudah mulai melakukan persiapan fisik dan mental secara mandiri. Disadarinya kondisi di Arab Saudi yang berbeda utamanya terkait cuaca ditambah banyaknya Jemaah membutuhkan fisik dan mental prima.
“Kedua persiapan tentang ilmu dan pengetahuan terkait tata pelaksanaan haji, saya menyadari masih awam, masih kurang sehingga terus belajar,” katanya, Jumat (9/5/2025).
Pria yang berstatus sebagai mahasiswa ini menuturkan, untuk mengejar ketertinggalan ilmu dan pengetahuan memanfaatkan berbagai metode. Mulai dari belajar lewat Youtube, kajian ustaz-ustaz agar mengetahui secara rinci terkait manasik haji sesuai ajaran agama.
Pria yang akrab disapa Rafi ini menceritakan awal mulanya bisa berangkat haji tahun ini. Menurutnya, itu bermula ketika 2012 sekitar bulan Februari sampai Juli silam kedua orang tuanya daftar haji untuk memperoleh daftar tunggu.
“Kemudian qodarullah Agustus 2012 bapak dipanggil Allah, saat itu belum bisa langsung menggantikan saya,” sambungnya.
Namun, akhirnya antrean haji ayahnya dicabut tidak lama setelah meninggal dunia. Tahun berganti tepatnya 2013 dengan menggunakan dana haji dari pencabutan antrean ayahnya Rafi didaftarkan. Sesuai ketentuan harusnya Rafi dapat antrean untuk keberangkatan haji tahun 2029.
“Karena ibu saya berangkat sekarang terus ada program penggabungan mahram sehingga saya ditarik untuk ikut di 2025,” tuturnya.
Rafi mengaku, sudah mengetahui akan berangkat haji berbarengan dengan ibunya. Untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji dia sudah mengajukan izin kuliah selama satu semester ini.
Menurutnya, tidak ada persiapan khusus secara spesifik untuk berangkat haji. “Tidak ada persiapan khusus hanya persiapan fisik, mental, dan secara keilmuan,” tegasnya.
Paling Tua
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kulonprogo, Wahib Jamil membenarkan, Rafi menjadi Jemaah haji termuda tahun ini. Sedangkan yang tertua berusia 86 tahun. Seluruh Jemaah sudah mendapat bimbingan manasik untuk membantu pelaksanaannya di Makkah.
Menurutnya, pendampingan Jemaah lansia akan menjadi prioritas layanan dari petugas haji. “Skema pendampingan yang diberikan kuota penggabungan mahram suami-istri dan anak-orang tua untuk memaksimalkan pelaksanaan haji di tanah suci,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.