DPRD Minta Portal Sirip Malioboro Lebih Ramah Disabilitas
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
Konstruksi Tol Jogja Solo di wilayah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 10 persen warga terdampak pembangunan tol Solo-Jogja-Kulonprogo atau lazim disebut tol Jogja YIA Kulonprogo belum memberikan persetujuan. Penyebabnya karena mereka tidak hadir saat konsultasi publik. Tim Persiapan Pembebasan Lahan bentukan Pemda DIY akan mengupayakan kembali mengundang warga terdampak agar hadir dalam konsultasi publik.
Dampak dari belum hadirnya warga dalam konsultasi publik ini membuat dokumen Izin Penetapan Lokasi (IPL) tol Jogja YIA untuk trase di Kulonprogo belum bisa diajukan ke Gubernur DIY untuk mendapatkan persetujuan penetapan lokasi.
BACA JUGA : Di Tirtoadi, Area Makam dan Masjid Terdampak Proyek Tol Jogja-YIA
“[Belum diajukan IPL ke Gubernur] Intinya kami belum mendapat persetujuan dari semua warga terdampak,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD DIY, Selasa (22/8/2023).
Menurut Loekman jumlah warga terdampak yang belum hadir dalam konsultasi publik tergolong sedikit, dengan jumlah sekitar 10 persen dari total warga terdampak di Kulonprogo.
Dengan kondisi tersebut, menurut Lukman dalam waktu dekat akan berupaya mengundang kembali warga terdampak yang saat konsultasi publik belum hadir. Menurutnya kehadiran warga dalam konsultasi publik diperlukan untuk memberikan persetujuan pembebasan lahan yang akan dilakukan.
Tim Persiapan Pembebasan Lahan Tol Jogja YIA saat ini masih mempertimbangkan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menghadirkan warga terdampak dalam forum konsultasi publik, antara lain mengundang warga terdampak seperti konsultasi publik yang telah berlangsung, atau mendatangi setiap warga terdampak.
Menurut Lukman apabila warga terdampak tidak hadir dalam tahap konsultasi publik, maka dapat dihadirkan wakil yang telah diberi kuasa untuk mewakili warga terdampak.
BACA JUGA : Terbaru! Ini Peta Tol Jogja YIA dan Perkiraan Dampak Perkembangan Kawasan
Dengan upaya yang akan dilakukan tersebut, menurut Lukman ditargetkan IPL Jalan Tol Jogja-Solo-Kulonprogo atau tol Jogja YIA untuk wilayah Kulonprogo dapat terbit tahun ini.
“Secepatnya. [Target] kita belum bisa matur [waktu target keluarnya IPL Kulonprogo]. Langsung kita ajukan seperti Sleman dan Bantul. Insyallah tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.