Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Padukuhan Petung, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, mengalami krisis air bersih sepanjang Agustus. Walhasil, sehari-harinya, mereka harus benar-benar menghemat penggunaan air, termasuk untuk mandi dan minum.
Ketua RT 3 Padukuhan Petung, Giyanto mengungkapkan sehari-hari warga hanya menghemat air yang tersedia akibat debit air yang semakin berkurang. Menurutnya warga hanya bergantung pada sendang air yang jumlahnya terbatas. “Warga kami hanya menghemat air, jadi sehari hari hanya bergantung pada sendang,” ujarnya, Selasa (22/8).
Padahal, air dari sendang kecil tersebut, kata dia, hanya cukup untuk dipakai mandi dan minum.
Sementara untuk membeli air bersih, diakui Giyanto pun, sangat memberatkan bagi warga. Biaya yang dikeluarkan warga untuk mengakses air dari PDAM, diakui Giyanto, tak sebanding dengan penghasilan mereka yang sehari-harunya hanya bekerja sebagai buruh. "PDAM kemarin sempat mau masuk, namun karena biayanya cukup mahal akhirnya tidak jadi, untuk subsidikan cuma sampai pemasangannya saja," kata dia.
BACA JUGA: Ancaman Kekeringan, BPBD Sleman Menyiapkan 29 Truk
Bantuan air sebelumnya datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang sudah disalurkan. Sebanyak 30.000 liter air bersih diterima 77 keluarga untuk kebutuhan mereka sehari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengaku telah menyalurkan 15.000 liter. Selain dari BPBD Bantul, pengedropan air bersih juga dilakukan oleh Tagana sebanyak 15.000 liter. "Dari kami 15.000 liter dan Tagana 15.000 liter, kemungkinan dapat digunakan 3-4 hari ke depan," ujar Antoni.
Itulah sebabnya, dia berharap warga segera mengajukan dropping air kepada BPBD Bantul jika persediaan air mulai menipis. "Sehingga bisa segera kami asesmen," ucap dia.
Antoni menjelaskan, selama kemarau panjang melanda, BPBD Bantul telah mendistribusikan 31 tangki ke sejumlah wilayah di Bantul dari total ketersediaan 382 tangki air bersih. "Prioritas kami terlebih dahulu wilayah yang kekurangan air minum untuk mendapatkan droping air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.