Pemkab Bantul Berdayakan Warga Awasi Pembuangan Sampah Liar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberdayakan masyarakat untuk menjaga pihak yang nakal membuang sampah di perbatasan wilayah.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, Bantul–Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengharapkan Kebudayaan tidak diartikan dalam makna yang sempit. Kebudayaan menurutnya seharusnya juga bisa diimplementasikan dalam berbagai makna termasuk perilaku mengolah sampah.
“Kebudayaan tidak bisa hanya dilihat sempit seperti kebudayaan seperti reog, jathilan, wayangan, keroncongan, ini memang kebudayaan, namun selain itu juga bagaimana kita membangun kebiasaan dalam mengelola masalah lingkungan, salah satunya sampah,” kata Halim dalam acara Gelar Budaya di Kapanewon Pundong, Minggu (27/8/2023).
“Kenapa sampah berserakan berserakan dibuang di sungai, irigasi, drainase sawah, selokan. Seperti kita ini bukan orang yang berbudaya, seperti bukan manusia yang diwarisi kabudayan adiluhung.”
Halim tidak lelah mengajak di berbagai kesempatan agar permasalahan sampah ini tidak bisa dianggap sebagai masalah yang remeh. Pembuatan jugangan yang sudah diterapkan oleh nenek moyang terdahulu menjadi salah satu implementasi budaya yang ingin dilestarikan lagi.
BACA JUGA: Tak Kunjung Dapat Lahan TPST, Pemkot Usul Pengadaan Alat Pembakar Sampah
Ia meminta padukuhan melalui Program P2BMP dengan dana sebesar Rp50 juta per pedukuhan bisa dipakai untuk mengatasi masalah sampah yang menurutnya bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Halim mengingatkan masyarakat untuk berpikir jangka panjang di saat kondisi lingkungan semakin memburuk akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi lingkungan saat ini menurutnya akan diwariskan kepada generasi masa depan.
“Alam kita akan rusak, anak cucu akan menanggung nantinya karena bumi yang kita tiggali itu sebetulnya hanya pinjaman yang nanti akan kita kembalikan ke anak putu,” ujarnya. Ia berharap generasi mendatang diwarisi dengan kondisi alam yang semakin rusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberdayakan masyarakat untuk menjaga pihak yang nakal membuang sampah di perbatasan wilayah.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.