Pilur Gunungkidul 2026, Kampanye Calon Lurah Digelar Mulai 20 September
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Tupan bersama istrinya pada saat di samping rumahnya yang berada di salah satu perbukitan di Dusun Suru, Kalurahan Kampung, Ngawen, Gunungkidul, Minggu (27/8/2023). – ist/Kalurahan Kampung
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua Kepala Keluarga (KK) di Dusun Suru, Kampung, Ngawen, Gunungkidul terpaksa menetap di atas perbukitan, kawasan rawan longsor. Ketiadaan biaya pindah rumah menjadi alasan tetap tinggal di zona rawan longsor.
Keluarga ini adalah pasanan Tupan dan Milestari yang tinggal bersama satu anaknya. Adapun satu lagi terdiri tujuh orang yang merupakan keluarga pasangan Winarno-Sugiyanti.
Kepada wartawan, Tupan mengatakan, pada awalnya ada 22 KK yang tinggal bersama-sama di atas perbukitan. Namun sejak 2020 lalu telah pindah ke tempat lebih aman sehingga menyisakan dua keluarga yang masih bertahan.
“Salah satunya saya yang masih tinggal di sini [di atas bukit],” kata Tupan melalui sambungan telepon, Minggu (27/8/2023).
Ia bercerita layaknya tinggal di atas perbukitan, akses yang dimiliki serba terbatas. Akses ke rumah hanya jalan setapak dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Sedangkan untuk fasilitas listrik, keluarganya menyambung instalasi dengan keluarga di bawah bukit. “Harus jalan sekitar 30 menit untuk sampai ke rumah warga yang di bawah,” katanya.
Menurut dia, tinggal di atas bukit dikarenakan terpaksa. Pasalnya, daerah tersebut masuk rawan longsor saat musim hujan, sedangkan saat kemarau ada potensi serangan monyet ekor panjang.
“Sebenarnya kami juga ingin pindah, tapi ketiadaan biaya yang membuat tetap bertahan tinggal di atas perbukitan,” katanya.
BACA JUGA: Tak Kunjung Dapat Lahan TPST, Pemkot Usul Pengadaan Alat Pembakar Sampah
Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen, Suparna membenarkan masih ada dua KK yang tinggal di atas perbukitan. Alasan ekonomi menjadi faktor keduanya belum bisa pindah ke lokasi yang lebih aman. “Yang lain sudah pada pindah ke bawah,” kata Suparna.
Menurut dia, Pemerintah Kalurahan Kampung sudah berupaya mencarikan solusi agar keduanya bisa pindah. Namun dikarenakan aturan pembangunan rumah layak huni hanya bersifat stimulan, maka belum bisa merealisasikan kepindahan tersebut.
Hal ini tak lepas dari bantuan yang diberikan paling banyak sebesar Rp10 juta. Sedangkan untuk memindahkan dan membangun di lokasi baru membutuhkan biaya yang lebih.
“Untuk lahannya [tempat pindah di Gunungkidul] sudah ada, tetapi biaya untuk membangun ini yang belum ada. Tapi, kami tetap berupaya dan salah satunya mencoba meminta bantuan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral DIY. Mudah-mudahan segera ada solusi sehingga keduanya bisa pindah ke lokasi yang lebih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Jennifer Lopez merilis The JLO Show: Live in Las Vegas pada 26 November 2026 di CBS dan Paramount+. Film merekam pertunjukan terakhir residensinya.
WhatsApp sedang menguji dukungan tiga akun di iPhone. Simak cara kerja fitur baru dan daftar HP lama yang tidak lagi memenuhi syarat WhatsApp.
Jay Idzes memastikan absen membela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera paha yang dialami saat memperkuat Sassuolo.
Upah minimum 2027 belum ditetapkan. Menaker Yassierli mengatakan formulanya menunggu hasil RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.
NASA beralih dari ThinkPad ke HP ZBook untuk operasional di ISS. Peralihan dimulai 2016 dan mengakhiri perjalanan panjang ThinkPad di antariksa.