Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Kekeringan terus meluas di wilayah Bantul. Pemkab Bantul mengarahkan penanganan kekeringan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Plentyaslalang Dwi Hartanta, menjelaskan berdasarkan laporan masayarakat, kekeringan terjadi di Terong dan Jatimulyo, Dlingo; Segoroyoso, Pleret; Seloharjo, Pundong; Bangunjiwo, Kasihan; dan Sriharjo, Imogiri.
“Dari hasil laporan, kami cek dan assesment dengan TRC [Tim Reaksi Cepat], kebanyakan debit air berkurang atau kecil. Di lain sisi pompanya juga ada yang rusak, dikarenakan debit air kecil sehingga untuk pipa yang seharusnya bisa menyedot air, ini tidak bisa,” katanya, Selasa (29/8/2023).
Sejauh ini, dampak kekeringan masih sebatas untuk keperluan sehari-hari warga. Sementara untuk pertanian dan peternakan pihaknya belum mendapat laporan. “Hasil rakor kemarin, untuk Kabupaten Bantul belum ada laporan terkait lahan pertanian dan peternakan,” katanya.
Sebagai langkah penanggulangan, BPBD Bantul telah menyiapkan sebanyak 382 tangki air bersih, yang sampai saat ini sudah terdistribusi sebanyak 44 tangki per Senin (28/8/2023). “Tapi itu dari BPBD saja. Dari yang lain juga ada dari CSR [corporate social responsibility], PMI dan Dinas Sosial,” kata dia.
BACA JUGA: Sultan HB X Minta Asita DIY Bantu Datangkan Wisatawan Mancanegara ke Jogja
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini di Bantul bisa sampai akhir tahun. Maka, dampak kekeringan pun diperkirakan masih akan bertambah lagi. “Ini laporan dari [kekeringan di Kapanewon] Piyungan sudah masuk, besok mau ditindaklanjuti,” katanya.
Terkait dengan anggaran, ia menjelaskan penanganan kekeringan bisa menggunakan BTT Kabupaten Bantul jika anggaran dari BPBD Bantul tidak mencukupi. “Kalau dari BPBD nominalnya sekitar Rp22 juta, yang direalisasikan dalam bantuan air bersih,” katanya.
BPBD Bantul saat ini sementara fokus penanganan dengan pendistribusian air bersih. Sementara untuk pembuatan sumur bor dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.
“BPBD Bantul tidak ada untuk sumur bor. Namun kami nanti akan menanyakan kembali apakah di anggaran perubahan itu bisa, ya kita berupaya. Kemarin juga ada yang minta dari kalurahan itu yang minta air sumur,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Kekeringan Kulonprogo masih berlangsung. Sebanyak 630.000 liter air telah disalurkan untuk warga di lima kapanewon terdampak.