SPMB SMA-SMK Bantul 2026 Dibuka, Simak Tahap Input Data dan Kuotanya
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Suasana kawasan wisata air Selopamioro Park yang ditutup sementara pasca insiden kecelakaan air beberapa waktu lalu, Jumat (1/9/2023)-Harian Jogja/ Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL - Perangkat pemerintah di wilayah Selopamioro Kapanewon Imogiri berencana untuk membuka kembali wisata air yang ada di wilayah setempat dengan sejumlah catatan. Kawasan Selopamioro Park sebelumnya ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan lantaran menelan dua korban jiwa dalam insiden kecelakaan air dalam waktu empat hari di destinasi wisata sungai Oya tersebut.
Wacana pembukaan kembali kawasan wisata air sepanjang Kali Oyo itu menyusul sektor tersebut menjadi salah satu tumpuan warga dalam memenuhi perekonomian. Selain itu, upaya penutupan sementara di seputar kawasan wisata disebut bukan solusi yang tunggal untuk menyelesaikan masalah keselamatan bagi pengunjung di area itu.
Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Imogiri Yudhi Wibowo menjelaskan, pihaknya mendukung penutupan sementara yang dilakukan oleh sejumlah perangkat penyelenggara untuk menyelesaikan masalah di situasi darurat. Hanya saja penutupan itu harus diikuti dengan penyiapan sejumlah hal agar ke depan ketika kawasan wisata dibuka kembali pengelola sudah punya standar operasional prosedur yang jelas terkait dengan keamanan.
"Saya bukan mau membandingkan antara Selopamioro dengan kawasan lain yang sejalur dengan Kali Oyo, tapi bisa dilihat yang di Parangan, mereka lebih siap terkait dengan pengamanan," katanya Jumat (1/9/2023) saat berkoordinasi dengan Basarnas DIY.
Menurut Yudhi, pengelola di kawasan wisata Kali Oyo tentu harus mendapat pelatihan agar bekal dalam pengawasan dan keselamatan pengunjung diutamakan di area itu. Di sisi lain perlu penyusunan sistem di kawasan terkait berkaitan dengan pengamanan pengunjung lantaran pengelola wisata tidak berada di satu kawasan, tapi tersebar di dua tempat yakni Kalurahan Selopamioro dan Kalurahan Sriharjo.
"Memang harus ada standar pengelolaan misalnya ketika wisatawan sedang bermain ada yang menunggu dan mengawasi. Terkait penutupan ini yang di Parangan itu mereka sulit untuk menolak dan kebingungan kalau ada wisatawan dari luar daerah yang datang," katanya.
BACA JUGA: Wabup Bantul Minta Tragedi Sungai Oya Jadi Pembelajaran
Kasiops Basarnas DIY Asnawi menyebut, dalam kesempatan itu pihaknya menyepakati sejumlah hal jika sewaktu-waktu wisata air Selopamioro dibuka kembali. Pertama soal kawasan setempat harus melengkapi sarana dan prasarana di air misalnya papan pengumuman untuk menunjukkan tanda bahaya kedalaman air atau pemasangan bendera atau himbauan jika mandi di air wajib pakai pelampung.
"Kemudian soal kelengkapan peralatan medis di lokasi dan kapasitas SDM dan pengawas, sehingga ketika ada situasi darurat pengelola punya kemampuan pertolongan pertama," kata dia.
Dalam waktu dekat pihaknya berencana untuk menyusun standar operasional prosedur keamanan di wisata air itu, selanjutnya juga mengadakan pelatihan agar pengelola wisata punya kemauan yang mumpuni saat terjadi situasi darurat. "Titik rasanya juga sudah kami survei, karakteristik air di sini kan aliran dan kontur yang ada cepitan atau ceruk, sehingga bisa menyebabkan pengunjung yang berenang itu tersedot di dalam," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
DPR RI soroti beban pajak dan pendanaan industri film saat kunjungi JAFF di Jogja, dorong revisi UU Perfilman.
Kota Magelang raih penghargaan terbaik penurunan pengangguran Jawa-Bali 2026, dapat insentif Rp3 miliar dari pemerintah.
Kulonprogo bersiap sambut libur sekolah 2026, Pantai Glagah diprediksi jadi destinasi favorit wisatawan.
Puluhan kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia kini berkumpul dalam satu ruang di Gedung Saraswati Museum Sonobudoyo, Jogja.
KPK menyidik dugaan korupsi notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI dan Telkom, kerugian negara hampir Rp2 triliun.