Ini Cara Cegah Dehidrasi saat Musim Kemarau Panjang
Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang. Simak kebutuhan cairan dan cara mencegah dehidrasi saat cuaca panas.
Seorang wanita menandatangani penolakan politik identitas jelang pemilu 2024 di Jogja, Sabtu (2/9/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gerakan Masyarakat Gotong Royong Menolak Intoleransi (Gemayoni) melakukan deklarasi menolak politik identitas jelang Pilpres 2024. Deklarasi dan penandatangan komitmen itu dilakukan bersamaan dengan workshop bertajuk Antisipasi Gerakan Politik Identitas Jelang Pemilu 2024 di Wilayah DIY, Sabtu (2/9/2023).
Sekjen Gemayomi Lilik Krismantoro menyatakan Gemayomi dibentuk berawal dari kegelisahan banyak kasus intoleransi di wilayah DIY. Oleh karena itu dari berbagai latar belakang bersepakat untuk membentuk gerakan tanpa afiliasi politik dengan tujuan untuk tetap mempertahankan toleransi dan kerukunan masyarakat.
BACA JUGA : Pilpres 2024, Tiga Calon Presiden Bisa Cegah Polarisasi
“Sejalan dengan tahapan Pemilu dan Pilpres 2024 ini kami bersepakat untuk melawan segala bentuk kampanye menggunakan politik identitas, siapa pun itu akan kami lawan. Kami ingin memastikan tidak ada praktik politik yang mengoyak ruang hidup bersama, kebencian dan sejenisnya,” katanya.
Ia mengungkap politik identitas diperkirakan masih akan menjadi salah satu alat untuk meraup dukungan suara. Alasannya karena politik identitas biayanya, namun dampaknya sangat besar. Terutama dapat merusak tatanan nilai hidup dan solidaritas bersama dengan berbagai latar belakang dan perbedaan.
“Ruang-ruang yang awalnya bisa kita jadikan hidup bersama ini jadi dirusak dengan politik identitas hanya untuk kepentingan elektoral lima tahunan. Di sisi lain mereka yang menggunakan politik identitas sebagai alat ini mereka tidak pernah membangun hidup bersama di ruang publik,” katanya.
BACA JUGA : Jogja Jadi Wilayah Potensial Menggalang Dukungan Pilpres
Dosen UMY Zuly Qodir menegaskan sangat berbahaya ketika dalam suatu kampanye untuk meraup suara pemilu menggunakan cara berbasis agama. Di DIY menurutnya sudah ada kecenderungan di beberapa kelompok masyarakat mengarah ke politik identitas, baik terkait Pilpres maupun Pileg 2024. Menurutnya hal itu harus dilakukan antisipasi untuk meminimalisasi terjadinya konflik.
“Berpolitik menggunakan identitas keagamaan menurut kami kasus Indonesia dan DIY menjadi kurang produktif di masa mendatang yang lebih terbuka dan mengayomi seluruh kelompok keagamaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang. Simak kebutuhan cairan dan cara mencegah dehidrasi saat cuaca panas.
Kebakaran Gunungkidul mencapai 154 kasus hingga September 2026 dengan kerugian Rp2,96 miliar dan dua warga meninggal dunia.
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Benda merah menyala terlihat di langit Manisrenggo Klaten dan viral. Polisi mengecek dugaan benda tersebut merupakan rocket parachute flare.
Jajal LRT Jakarta bersama Prabowo, penyandang disabilitas, lansia, dan pelajar berbagi pengalaman soal aksesibilitas dan kenyamanan layanan.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.