Advertisement
Tak Bisa Sembarangan! Pengangkut Sampah Swasta Harus Daftar Dulu Sebelum ke TPST Piyungan
Ilustrasi antrean puluhan truk pengangkut sampah di TPST Piyungan, Bantul. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Selain pembatasan kuota sampah yang bisa dibuang ke TPA Piyungan, sampah yang akan dikirim ke TPA Piyungan harus terlebih dahulu terdaftar di Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani menerangkan dalam proses pembuangannya, sampah yang akan ditampung di TPA Piyungan harus didaftarkan dahulu oleh DLH Sleman. "Artinya ini [sampah] bisa masuk ke TPA yang daftarkan itu mestinya masing-masing DLH di masing-masing kabupaten/kota," kata Epi, Minggu (3/9/2023).
Advertisement
Secara sederhana, jasa pengangkut swasta, bila ingin membuang sampahnya ke TPA Piyungan terlebih dahulu harus mendaftar ke DLH setempat. Bila tidak mendaftar, mereka, para penyakit sampah swasta tidak bisa membuang sampahnya ke TPA Piyungan.
"Artinya begini, misalnya ini sampah yang dari jasa pengangkut swasta, mereka enggak bisa langsung [buang ke Piyungan]. Mereka harus daftar lewat kami dan kami yang kemudian daftarkan mereka. Sehingga kalau tidak didaftarkan kami, itu tidak boleh masuk TPA Piyungan," kata Epi.
BACA JUGA: Bupati Sleman Mengklaim Warganya Aktif Memilah Sampah
Sementara Kabupaten Sleman sendiri kata Epi kemungkinan akan mendapat jatah kuota sampah yang dapat dibuang ke TPA Piyungan sekitar 25-27 truk atau setara 125-135 ton per harinya. Jumlah ini sudah termasuk sampah yang dikelola jasa pengangkutan swasta.
Berdasarkan catatan terakhir, rata-rata harian produksi sampah di Sleman mencapai 254 ton. Dari jumlah tersebut 173 ton sampah dikelola oleh DLH Sleman. Sedangkan 81 ton sampah sisanya dikelola swasta.
DLH Sleman akan menggelar koordinasi dengan para pengelola sampah swasta. Sejauh ini bayangan Epi skema yang mungkin dapat diterapkan pada jasa pengangkut sampah swasta ialah skema terjadwal. Dalam artian masing-masing pengelola swasta bakal dijadwal kapan waktu membuangnya dan jumlah tonase sampahnya.
"Mungkin Senin [4/9/2023] saya koordinasikan, karena kemarin kan rapatnya baru hari Jumat [1/9/2023] itu. Jumat kami dipanggil rapat ke DLH DIY. Intinya seperti itu, sehingga mungkin Senin akan saya koordinasikan siapa yang [buang] ke sana apakah terjadwal, karena jasa pengangkut sampah swasta agak banyak di tempat kita," lanjutnya
Skema terjadwal sebelumnya telah diterapkan pada transfer sampah ke depo. "Kaya kemarin transfer depo kita buka kan sesuai dengan jadwal," ungkapnya.
"Mungkin saya harus koordinasi. Saya harus tahu posisi truk kita berapa, lalu swasta berapa. Ya nanti agar ada keseimbangan, jangan nanti swasta jumlahnya sekitar 100 ya enggak mungkin kita, mungkin akan saya jadwal saja," tambahnya.
Pada prinsipnya DLH akan berusaha seva6ra adil membagi jadwal waktu pembuangan sampah bagi pengelola swasta. "Iya, semuanya kita harus adil bisa masuk kesana, dan mereka sudah terlanjur melayani pelanggan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement







