Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Waspadai Berbagai Penyakit
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau
Dimas Diajeng DIY 2023 berdiskusi mempersiapkan kegiatan Field Program di Forriz Hotel Yogyakarta, Sabtu (2/9/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangkaian acara pemilihan Dimas Diajeng DIY 2023, ada tahapan Field Program bertajuk Mangasah Mingising Budi, Memasuh Malaning Bumi dengan menghadirkan para finalis Dimas Diajeng DIY 2023 ke Desa Mandiri Budaya binaan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY.
Dalam program tersebut, finalis Dimas Diajeng DIY diminta menggagas program inovasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Salah satu Juri Field Program Pemilihan Dimas Diajeng DIY 2023, Ike Janita Dewi menyampaikan sebagai generasi muda finalis Dimas Diajeng DIY 2023 diharapkan dapat turut berkontribusi dalam pembangunan di DIY, khususnya untuk urusan kepariwisataan.
Menurutnya pemilihan Dimas Diajeng DIY 2023 bukan sekadar kontes kecantikan, tetapi merupakan upaya untuk mengajak generasi muda terlibat aktif sebagai agent of change dalam pembangunan di DIY.
“Nantinya Dimas Diajeng [DIY 2023] akan berperan aktif dalam pembangunan kepariwisataan DIY, mewakili unsur muda. Mereka adalah generasi muda yang memberikan perhatian pada pembangunan di DIY, khususnya untuk urusan kepariwisataan,” kata Ike saat ditemui di Forriz Hotel Yogyakarta, Sabtu (2/9/2023).
Melalui Field Program tersebut, menurut Ike, finalis Dimas Diajeng DIY 2023 diajak untuk dapat membuat program aksi dengan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di Desa Mandiri Budaya. Program yang digagas tersebut menurut Ike harus berdampak bagi masyarakat di kalurahan setempat.
BACA JUGA: Dimas Diajeng Diminta Tidak Hanya Jadi Duta Wisata
Sebagai program kolaborasi, menurut Ike program tersebut harus melibatkan empat unsur yang ada dalam Desa Mandiri Budaya yakni Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Prima dan Desa Preneur.
“Program ini yang sifatnya inovatif, melibatkan lintas sektor dan melibatkan masyarakat dalam program yang berdampak. Gambar besarnya desa mandiri budaya untuk menuju reformasi kalurahan, outcome-nya kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Program tersebut menurut Ike akan diselenggarakan selama sekitar 1,5 bulan. Dalam pelaksanaan program tersebut, Dimas Diajeng DIY juga diharapkan terlibat aktif dalam pelaksanaan program tersebut.
Staf SDM Dispar DIY, Arif Sulfiantono menyampaikan dengan penyelenggaraan Field Program tersebut, Dimas Diajeng DIY dapat turut mendukung pembangunan di Desa Mandiri Budaya. “Harapan kami, Dimas Diajeng DIY 2023 dapat membantu membuat program yang sesuai untuk mendukung tujuan Desa Mandiri Budaya yaitu mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, menaikkan investasi ke desa dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Dari program tersebut, Arif berharap dapat terjadi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa. “Kalau Dimas Diajeng DIY 2023 selama dua tahun dapat berkontribusi bersama masyarakat itu sangat bagus,” katanya.
Field Program dilaksanakan di Desa Mandiri Budaya Jatimulyo, Kulonprogo; Desa Bejiharjo, Gunungkidul; Desa Gilangharjo, Bantul; Desa Sinduharjo, Sleman; dan Kelurahan Warungboto, Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau
IMM dan IPM DIY gelar aksi tapa pepe di Jogja, sampaikan kritik kebijakan pemerintah lewat duduk diam di Titik Nol Kilometer.
SMARTFREN terus memperkuat pengalaman digital pelanggan di Kota Tegal melalui layanan internet yang andal, sekaligus menghadirkan SMARTFREN Fun Run Tegal 2026
Foto profil WhatsApp kosong tidak selalu berarti diblokir. Ini 6 penyebab umum yang sering terjadi pada pengguna.
Banyak pasar tradisional di Bantul rusak terutama atap. Pemkab lakukan perbaikan bertahap dengan anggaran terbatas.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.