PSEL Dinilai Mendesak, DPRD Bantul Siap Mengawal Kebutuhan Anggaran
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.
Ilustrasi TPR Parangtritis./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Di media sosial, viral unggahan seorang wisatawan yang mengeluhkan penarikan retribusi hingga dua kali saat dia melewati jalur kawasan Parangtritis.
Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mengimbau kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul mestinya melewati jalur Imogiri-Panggang agar tidak ditarik retribusi dua kali.
Kepala Bidang Destinasi Dispar Bantul, Yuli Hernadi menjelaskan pihaknya sudah mengetahui soal keluhan wisatawan yang mengaku ditarik retribusi dua kali saat menuju Bukit Paralayang Watugupit jika melalui Parangtritis. Di TPR Parangtritis mereka nantinya akan diminta retribusi masuk dan saat masuk ke Bukit Paralayang juga membayar hal serupa.
"Akhir pekan lalu saya memang ada di sana. Banyak yang tanya di TPR Parangtritis sudah ditarik retribusi kenapa di TPR Watugupit juga diminta lagi. Kami jelaskan bahwa areanya sudah beda kabupaten jadi memang harus bayar dua kali," kata Yuli, Senin (4/9/2023).
BACA JUGA: Retribusi Wisata Gunungkidul Dipastikan Naik pada 2024
Dia menerangkan sulit bagi petugas jika memberlakukan penarikan retribusi hanya bagi pengunjung yang bertujuan ke kawasan Parangtritis, sementara mereka masuk lewat area itu. Oleh karena itu pengunjung yang masuk melalui TPR Parangtritis wajib membayar retribusi meskipun tujuannya tidak berkunjung ke area tersebut.
"Kan sulit juga membedakan mana yang mau ke Parangtritis, mana yang hanya lewat dengan tujuan Watugupit. Kalau nanti diloloskan semua mereka ya mengaku ke Watugupit padahal nanti tujuannya ke pantai. Ini kan pengaruh sekali ke sektor PAD wisata," jelasnya.
Itulah sebabnya, sebagai alternatif solusi, pihaknya mengimbau dan menyarankan kepada wisatawan dengan tujuan Bukit Paralayang Watugupit agar menempuh jalur Imogiri-Panggang jika ingin berkunjung ke area itu. Terutama kepada pengunjung yang menempuh perjalanan dari Jogja, menurut dia jalur itu tidak terlalu jauh dan masih memungkinkan untuk dilalui.
"Pengunjung bisa lewat Imogiri arah Siluk terus naik, nanti lewat Panggang dan turunnya kan lewat Watugupit. Kalau begitu ya bayar retribusinya cuman pas di sana saja."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.
Sultan meminta desa dan kampung wisata di DIY tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi menghidupkan potensi lokal dan memberi manfaat bagi warga.
Gaya hidup sehat makin populer, tetapi pengeluaran wellness perlu diatur agar tidak mengganggu tabungan, dana darurat, dan kebutuhan pokok.
KA Bandara YIA telah melayani 4,7 juta penumpang sejak 2022, dengan jumlah pengguna terus meningkat hingga September 2026.