DPRD Sleman Minta 114.000 UMKM Dipetakan Lebih Rinci
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Ilustrasi KDRT./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Terkait dengan penanganan kasus seorang PNS Kulonprogo yang menjadi terdakwa kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) sempat menyinggung belum adanya pemberitahuan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo terkait dengan kasus tersebut.
Menjawab hal itu, Kejari Kulonprogo mengaku tidak memiliki kewajiban untuk memberikan tembusan atau pemberitahuan resmi penahanan kepada BKPP Kulonprogo terkait dengan penahanan MAA, PNS yang menjadi terdakwa dugaan kasus KDRT itu.
Kepala Kejari Kulonprogo, Ardi Suryanto mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewajiban untuk memberikan tembusan atau pemberitahuan resmi kepada BKPP atas penahanan MAA pada pertengahan Agustus 2023.
“Kami memang tidak punya kewajiban ke sana [memberi tembusan ke BKPP]. Yang jelas untuk tembusan ke keluarga dan penasihat hukum sudah kami berikan. Itu yang terpenting,” kata Ardi, Selasa (5/9/2023).
BACA JUGA: Jadi Terdakwa KDRT, PNS Kulonprogo Masih Dapat Gaji, Begini Penjelasan Pemkab
Sebelumnya, Kepala Bidang Data Disiplin dan Kesejahteraan BKPP Kulonprogo, Joko Sunanto mengatakan pihaknya telah mengirim surat permohonan pertimbangan teknis pemberhentian sementara MAA ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
"Intinya secara normatif kami belum memberhentikan MAA. Karena ya itu tadi, kami belum mendapat pertimbangan teknis. Kalau Bupatinya sudah definitif maka dapat kami berhentikan [langsung]. Persoalan administrasi saja sekarang ini," kata Joko.
Sebelumnya diberitakan seorang PNS Puskesmas Kokap II di Kulonprogo berinisial MAA diduga melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada istrinya, TA. MAA lantas dilaporkan ke Polsek Pengasih oleh TA.
Pada pertengahan bulan Agustus 2023, MAA ditahan Kejaksaan Negeri Kulonprogo. Anehnya, ketika itu TA juga ditahan dan sekarang mendekam di Lapas Perempuan Kelas II B Wonosari. Ternyata, LY yang diduga selingkuhan MAA melaporkan TA ke Polsek Pengasih pada 14 Juni 2023 atau sebulan setelah tindakan KDRT yang dilakukan MAA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.