SPMB SMP Gunungkidul 2026 Dibuka, Pendaftar Sekolah Favorit Melonjak
Hari pertama SPMB SMP Gunungkidul 2026, pendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Wonosari langsung melampaui kuota jalur prestasi dan afirmasi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul optimistis pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan Pedesaan bisa memenuhi target. Hal ini terlihat dari capaian pendapatan yang terkumpul hingga Jumat (8/9/2023) mencapai Rp18,6 miliar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB sebesar Rp23,6 miliar. Menurut dia, proses penarikan terus dilakukan dengan bekerja sama perbankan atau sistem jemput bola ke kalurahan-kalurahan.
“Capaian penarikan hingga sekarang sebesar Rp18,6 miliar,” kata Putro kepada wartawan, Jumat siang.
Ia mengakui dengan capaian ini, target pendapatan PBB bisa terpenuhi. Namun, Putro menjelaskan, target sebesar Rp23,6 miliar merupakan pencapaian hingga akhir tahun dan bukan sampai jatuh tempo pembayaran yang berakhir 30 September 2023.
“Hingga akhir tahun targetnya,” katanya.
BACA JUGA: Tax Gathering 2023, Apresiasi DJP kepada Wajib Pajak di Bantul
Menurut dia, jatuh tempo pembayaran hanya sebatas untuk mengindari adanya sanksi denda. Pasalnya, pembayaran PBB setelah jatuh tempo akan dikenaik sanksi denda sebesar 2% setiap bulannya dari nilai pajak yang harus dibayarkan.
“Sanksi denda akan terakumulasi selama dua tahun atau besarannya mencapai 48%. Jadi, kalau semakin terlambat, maka dendanya juga makin besar,” katanya.
Kepala Bidang Penagihan Pelayanan dan Pengendalian, BKAD Gunungkidul, Eli Martono mengatakan, wajib pajak yang tersebar di 18 kapanewon sebanyak 614.321 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Menurut dia, masih ada waktu bagi wajib pajak untuk membayar sebelum jatuh tempo sehingga tidak terkena denda.
“Jatuh temponya akhir bulan ini. Kalau tidak ingin terkena denda, maka harus melunasi sebelum jatuh tempo,” katanya.
Eli mengungkapkan, untuk pembayaran sekarang lebih mudah karena sudah ada kerja sama dengan perbankan. Selain itu, juga ada penarikan dilakukan ke kalurahan-kalurahan.
“Untuk meningkatkan pendapatan ini, kami juga memberikan innsentif ke kalurahan atau kapanewon yang bisa lunas lebih cepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari pertama SPMB SMP Gunungkidul 2026, pendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Wonosari langsung melampaui kuota jalur prestasi dan afirmasi.
Pemda DIY ungkap masalah pengadaan mesin susu Rp4,6 miliar berasal dari vendor, Kejati masih lakukan penyidikan.
Kesepian kronis terbukti berdampak pada otak dan meningkatkan risiko demensia. Simak penjelasan ahli dan cara mencegahnya.
Menkeu ungkap efisiensi anggaran MBG berlanjut, namun kualitas gizi tetap terjaga dan pengawasan diperketat.
Wabah Ebola di RD Kongo tewaskan 300 orang, WHO tetapkan darurat global karena risiko penyebaran tinggi.
Psikolog mengungkap 9 kalimat yang sering diucapkan orang tidak bahagia serta cara mengubahnya menjadi pola pikir lebih positif.