Berpakaian Adat, 1.000 Siswa Sleman Sambut Prabowo dan Narendra Modi
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.
Pelatih PSS Sleman Marian Mihail /PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Akhir pekan nanti PSS Sleman yang akan melawat ke Stadion Segiri, Samarinda, markas Borneo FC Samarinda dalam lanjutan pekan ke-12 BRI Liga 1-2023/24. Jelang laga melawan Pesut Etam, Laskar Sembada menggenjot latihan teknik dan taktik kepada para penggawanya
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pelatih kepala PSS, Marian Mihail yang memprioritaskan sesi latihan teknik dan taktik menjelang laga melawan Borneo. "Seperti biasa kami mempersiapkan semua aspek latihan untuk menghadapi laga tandang kontra Borneo FC," kata Mihail usai menutup latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Kamis (14/9/2023).
BACA JUGA: Pemain PSS Digembleng Latihan Fisik dan Taktikal untuk Hadapi Borneo FC
Salah satu aspek yang jadi sorotan Mihail ialah gaya permainan yang diusung Borneo. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut kata Mihail mengusung gaya permainan disiplin yang dibawa oleh pelatih Belanda.
"Kita tahu mereka adalah salah satu tim terbaik di musim ini. Mereka juga sangat disiplin dengan kultur yang dibawa oleh pelatih dari Belanda," imbuhnya.
Borneo lanjut Mihail, akan menjadi lawan yang tangguh bagi skuat PSS Sleman. Mantan bek kanan Tim Nasional Rumania itu juga mengakui kekuatan yang dimiliki tim Pesut Etam.
"Menurut pendapat saya, mereka bakal menjadi lawan tangguh bagi PSS. Harapannya kami bisa memberikan permainan terbaik dan tentu saja meraih kemenangan dari laga tersebut," ungkapnya.
Meski punya dua pemain yang pernah membela Pesut Etam diskuatnya, Mihail mengaku dirinya tidak melibatkan secara mendalam gelandang PSS yang pernah membela Borneo, Jonathan Bustos dan Wahyudi Hamisi saat melakukan analisa tentang Borneo FC Samarinda.
BACA JUGA: Hadapi Borneo FC, Wahyudi Hamisi Waspadai Lilipaly
"Mengenai ini, saya tidak berbicara dengan mereka berdua. Saya tahu Bustos dan Hamisi telah bermain lama di Borneo FC Samarinda dan keduanya adalah pemain terbaik di sana," lanjutnya.
Pelatih kelahiran Brasov, Rumania juga menilai bahwa Borneo FC Samarinda saat ini merupakan tim yang berbeda dengan musim lalu. Hal itu lantaran hengkangnya dua pemain mereka yakni Jonathan Bustos dan Matheus Pato.
Juru taktik asal Rumania tersebut juga telah menganalisa permainan Borneo dengan cara yang berbeda. Analisa dilakukan dengan melihat laga-laga yang telah dilakoni Pesut Etam sebelumnya.
"Saya telah melakukan analisa Borneo FC dengan banyak melihat pertandingan yang telah mereka jalani. Kami telah mempelajari mereka dengan cara yang berbeda untuk mempersiapkan pertandingan menghadapi mereka di Stadion Segiri," timpal Mihail.
Di sisi lain mentalitas tinggi untuk meraih kemenangan dari para penggawa Pesut Etam ungkap Mihail masih menjadi aspek yang patut diwaspadai. Lebih-lebih cara bermain Borneo yang dinilai Mihail sangat taktikal di tangan pelatih Eropa.
"Mereka adalah tim yang sangat taktikal. Terlebih, Borneo FC dilatih dengan pelatih Eropa yang sangat tahu karakter para pemain Indonesia. Sedangkan kami adalah tim yang selalu siap dengan tantangan baru dengan kesigapan secepat mungkin," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.
Pemda DIY menilai Gunungkidul memiliki potensi besar mengembangkan wisata geopark, kakao, kopi, dan durian dengan prinsip keberlanjutan.
KPK merespons pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi terkait Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dan mengajak publik menghormati proses hukum.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan mulai pukul 05.00 WIB.