6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Suasana penyerahan hibah bus listrik dari Kementerian Investasi kepada UGM yang diberikan langsung Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia kepada Rektor UGM, Prof. Ova Emilia pada Selasa (22/8/2023) di Grha Sabha Pramana./Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyebutkan belum ada pembahasan dari pemerintah pusat mengenai program Bus Rapid Transit (BRT) Jogja-Borobudur dengan pihaknya. Program reaktivasi jalur kereta api (KA) Jogja-Borobudur rencananya akan dihidupkan kembali dan diprioritaskan melalui jalur darat dengan BRT.
Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto menerangkan, belum ada kajian dan pembahasan mengenai reaktivasi jalur Jogja-Borobudur dengan menggunakan BRT dari pusat. Meski nantinya akan melewati kawasan setempat program itu disebutnya merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
"Kewenangannya tentu dari pusat karena bagian dari KSPN. Kami hanya dari lingkup DIY saja," ujarnya Minggu (17/9/2023).
Menurut Sumariyoto program reaktivasi Jogja-Borobudur melalui BRT bukan tidak mungkin dilaksanakan. Program serupa untuk kawasan setempat bahkan sudah berjalan sekian tahun atau yang lebih dikenal dengan Trans Jogja. Belum lama ini trayek yang dilewati juga ditambah dengan hadirnya Teman Bus program dari kementerian.
"Kalau Trans Jogja kan sudah sejak dulu, sehingga kalau memang jadi reaktivasi tinggal mengembangkan saja," katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Pustral UGM Ikaputra menjelaskan, perlu penentuan trase dan jalur pemberhentian yang jelas jika program BRT Jogja-Borobudur jadi direalisasikan. Sebab hal ini akan berkaitan langsung dengan dampak lain yang ditimbulkan dari moda ini baik itu menyangkut penumpang, akibatnya pada angkutan lain serta keberlangsungan proyek.
"Pertanyaaannya tentu trasenya dimana? Apakah lewat jalan raya atau memanfaatkan jalan tol, itu kan perlu ditentukan," ujarnya.
Dia mengakui bahwa reaktivasi jalur Jogja-Borobudur dengan moda KA akan memakan biaya yang sangat tinggi meskipun mampu memuat lebih banyak penumpang. Namun begitu rencana pembangunan transportasi publik apapun modanya harus tetap didukung demi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang merusak lingkungan.
BACA JUGA: Reaktivasi Jalur Kereta Api Jogja-Bodobudur Mandek, Berikut Hasil Studi Trasenya
"BRT memang paling simpel tapi kan daya angkutnya sedikit. Kajian trase dan jalurnya ya juga harus matang. Kemudian modelnya apa dari Jogja langsung ke Borobudur atau ada pemberhentian di tengah atau malah yang setiap perhentian dimungkinkan ada naik turun penumpang," katanya.
Untuk tahap awal operasional, kata dia tentu tidak langsung sempurna jika program ini nantinya diberlakukan. "Kenyamanannya itu harus dilaksanakan dan dikembangkan setelahnya juga tidak masalah. Walaupun orang pertama ga nyaman dulu dengan jalan kaki menuju halte bis, stasiun atau yang lain. Tapi itu adalah bagian yang harus disediakan untuk perluasan transportasi publik," kata Ikaputra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan