Pasien Psikiatri Anak RS Grhasia Naik, Gadget Jadi Sorotan
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
PKL di Alun-Alun Wates, Kamis (17/3/2022). -dok.Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kulonprogo terus memberikan program pembinaan kepada pedagang kreatif lapangan (PKL). Salahnya dengan melakukan pembinaan terkait legalitas PKL di Palihan, Temon.
Kepala Disdagin Kulonprogo, Sudarna, mengatakan bahwa terdapat sebanyak 30 PKL di wilayah Kapanewon Temon yang menjadi peserta. "Peserta kegiatan pembinaan legalitas PKL tersebut ada 30 orang. Mereka merupakan PKL yang berada di wilayah depan Tomira Kaliwangan, sekitar Pasar Jangkaran, sekitar Balai Kalurahan Glagah dan area Laguna Glagah," kata Sudarna dihubungi, Sabtu (16/9/2023).
BACA JUGA: Dirikan Lapak di Bahu Jalan Umum, PKL di Sekitar Alun-Alun Wates Ditertibkan
Sudarna kembali menegaskan bahwa maksud kegiatan tersebut adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya legalitas kelompok serta memberikan motivasi kepada pedagang akan pentingnya berkelompok.
"Itu maksud kegiatannya. Kalau tujuan diadakannya kegiatan ini agar terbentuk kelompok di antara PKL yang kemudian bersinergi mengembangkan usahanya," katanya.
Dia menerangkan bahwa pembinaan PKL oleh Disdagin akan lebih mudah apabila PKL yang ada di Kapanewon Temon mau membentuk kelompok.
BACA JUGA: Jokowi Terbitkan Beleid Pengembangan dan Peta Jalan Industri Jamu
Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kulonprogo, Endang Zulywanti, mengaku PKL yang membuat kelompok akan lebih memiliki daya tawar daripada bergerak secara individu.
“Kalau meihat dari sisi ekonomi, dengan adanya kelompok mereka bisa bekerja sama dalam tukar menukar informasi. Dalam penyediaan bahan baku. Dalam pemasaran bersama sehingga usaha bisa berkembang,” kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
Pemkab Banyumas menargetkan Trans Banyumas kembali beroperasi 17 September 2026 setelah layanan berhenti sejak 30 Agustus.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.