Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana penyampaian teknis penyelenggaraan kegiatan gelar peraga busana batik yang akan diikuti seluruh lurah di Jogja, Senin (18/9/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 45 lurah di seluruh Kota Jogja akan mengikuti gelaran fashion show di Gedung PDIN, Jogja, Senin (2/10/2023) mendatang. Peragaan busana itu dimaksudkan untuk merayakan Hari Batik juga mempromosikan warisan budaya yang sudah diakui UNESCO itu.
Gelaran perayaan Hari Batik itu diinisiasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Jogja dan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dinkop UKM) Jogja. Tak hanya peraga busana dengan peserta para lurah, perayaan ini juga mengadakan kegiatan lain seperti lomba desain batik.
“Lomba desain baju batik ini diikuti siswa SMA sederajat, tujuannya untuk meregenerasi para pembatik di Kota Jogja agar batik ini terus dilestarikan. Selain itu juga agar semakin meningkatkan potensi nilai batik,” kata Pengurus Dekranas Jogja, Endang Wahyuningsih, Senin (18/9/2023).
BACA JUGA: Fashion Show Batik Digelar di Pantai Sepanjang 3-4 Juni 2023
Wahyu yang juga ahli analis kebijakan Dinkop UKM Jogja ini yang teknis penyelenggaraan gelas busana batik dengan peserta para lurah ini menyampaikan batik mesti terus dilestarikan dan dikembangkan di Kota Jogja. “Pengembangan batik ini kami harapkan agar juga dapat mengungkit perekonomian para pelakunya industrinya yang kebanyakan tergolong UKM di Jogja,” paparnya.
Program perayaan Hari Batik, lanjut Endang, juga dimaksudkan untuk mempromosikan produk batik dari UKM Kota Jogja karena disediakan ruang pameran produk batik saat kegiatan berlangsung. “Ada puluhan UKM batik yang juga memamerkan hasil produknya, ruang ini kami maksudkan untuk mendongkrak promosi produk lokasi,” terangnya.
Sementara itu Lurah Mantrijeron, Bambang Purambono mengaku antusias dengan kegiatan tersebut. “Tentu kan mengikuti dan mempersiapkannya dengan baik karena tujuannya juga baik untuk melestarikan batik dan meningkatkan promosi batik lokal,” ujarnya.
Bambang menyebut terdapat pembatik lokal di Kelurahan Mantrijeron yang difasilitasi untuk memamerkan produknya pada gelaran tersebut. “Tentu kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mendongkrak ekonomi warga kami yang kebanyakan UKM,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.