Bediding Makin Terasa, Warga Gunungkidul Diminta Waspada
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Aktivitas nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Gunungkidul berhenti menangkap benur atau Benih Bening Lobster (BBL). Penghentian penangkapan tak lepas harga jual yang mengalami penurunan signifikan.
Salah seorang nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Mardi mengatakan, penangkapan benur di perairan Selatan Gunungkidul sempat marak beberapa bulan lalu. Hampir setiap sore ada perahu yang berangkat guna menangkap anakan lobster.
Meski demikian, lanjut dia, kondisi sekarang sudah tidak terlihat lagi karena nelayan memilih berhenti menangkap benur. “Harganya anjlok jadi penyebab, nelayan enggan menangkap benur lagi,” kata Mardi saat dihubungi, Minggu (24/9/2023).
BACA JUGA : Nelayan Gunungkidul Boleh Tangkap Benur Maksimal 10.000 per Tahun
Ia menjelaskan, pada saat awal-awal penangkapan harga jual benur sangat tinggi karena dipatok Rp10.000 per ekornya. Hanya saja, kondisi tersebut tak berlangsung lama karena harga jual terus menurun.
“Terakhir saya dengan hanya Rp5.000 per ekornya, makanya sekarang aktivitas penangkapan benur di perairan Gunungkidul sudah tidak terlihat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi. Menurut dia, nelayan berhenti menangkap benih lobster sejak pertengahan Agustus lalu.
“Sempat marak, tapi sekarang sudah banyak yang berhenti menangkap,” katanya.
Berdasarkan komunikasi dengan sejumlah nelayan, Wahid mengakui ada beberapa penyebab aktivitas penangkapan BBL di Gunungkidul dihentikan. Selain masalah gelombang tinggi yang menerjang Kawasan pesisir, penghentian juga disebabkan karena harga jual.
Harga jual dinilai terlalu rendah sehingga aktivitas tersebut dihentikan. “Info dari nelayan yang saya terima, harga sempat menembus antara Rp15.000-20.000 per ekor, tapi sekarang hanya Rp4.000-5.000 per ekornya,” katanya.
Meski aktivitas penangkapan benur berhenti, Wahid mengakui tetap menyosialisasikan aturan penangkapan ke para nelayan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.16/2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.17/2021 tentang Pengelolaan Lobser, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia, maka penangkapan benur tidak dilarang.
BACA JUGA : Marak Perburuan Benur Ilegal di Gunungkidul, Pemkab: Kami Tak Berwenang Mengawasi
Hanya saja, dalam praktiknya harus ada Nomor Izin Berusaha (NIB) milik nelayan kecil dan terdaftar dalam kelompok nelayan di lokasi penangkapan. “Makanya terus kami sosialisasikan agar nelayan tetap mengurus izin sehingga saat menangkap lagi tidak terkena masalah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.