Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sejumlah pelaku UMKM mengikuti Pelatihan Bisnis Online di Kalurahan Wukirsari, Senin (25/9/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul terus mendorong penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk dalam digitalisasi marketing. Digitalisasi UMKM diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan dunia usaha saat ini.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan Pemkab Bantul mengantisipasi perubahan yang terjadi dengan cepat di sektor perdagangan. “Bisnis online tidak bisa kita hindari lagi, perdagangan yang menggunakan platform e-commerce akan semakin manjadi-jadi,” ujarnya dalam Pelatihan Bisnis Online untuk UMKM di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Senin (25/9/2023).
Dia mencontohkan seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada dan sebagainya, termasuk platform media sosial yang saat ini banyak digunakan untuk berdagang seperti Tiktok Shop, harus mulai diakses oleh para pelaku UMKM di Bantul.
“Ini bisa sangat berpengaruh pada perdagangan tradisional baik di pasar maupun toko, sehingga perdagangan offline terkena dampak yang sangat signifikan. Kami mendengar misal Pasar Tanah Abang omsetnya turun lebih dari 50 persen,” kata dia.
BACA JUGA: UMKM Kian Sulit Akses Kredit dari Bank, Ternyata Ini Penyebabnya
Hal ini terjadi serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Bantul. Ini menurutnya merupakan fakta yang tidak terhindarkan. “Pemerintah mengantisipasi dengan menyelenggarakan pelatihan bisnis online ke siapa saja, terutama di lingkungan UMKM yang selama ini berjualan secara tradisional,” kata dia.
Ia berharap pelaku UMKM bisa menjalankan usahanya secara offline maupun online, karena di kedua ranah tersebut, ada segmen pasarnya masing-masing. “Kita harus menghadapi perubahan ini dengan optimisme dan melakukan tindakan nyata,” paparnya.
Halim juga berpesan kepada generasi muda yang merupakan anak dari pelaku UMKM untuk membantu orang tuanya dalam mengakses platform digital. “Anak-anak muda yang lebih memahami bisnis online dan e-commerce supaya membantu orang tuanya,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menuturkan di Bantul saat ini ada sebanyak 128.000 UMKM. Dari jumlah tersebut, ia mengakui masih sedikit yang sudah mengakses platform digital.
“Belum banyak [UMKM yang mengakses platform digital]. Makanya kami banyak melakukan pelatihan bisnis online. Karena pelatihan bisnis online ini untuk saat ini sangat tepat, baik bagi yang sudah punya produk maupun belum,” ungkapnya.
UMKM yang belum memiliki produk ini maksudnya adalah mereka yang berperan sebagai penyalur produk melalui platform digital. “Dia mencoba di Instagram atau facebook, mencari produsen. Lalu kalau cocok kemudian menjualnya ke buyer,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
KPK menyita uang tunai dan emas 2,5 kilogram dari rumah di Laweyan yang diduga menjadi safe house Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Kylian Mbappe memimpin daftar kontribusi gol Piala Dunia 2026 dengan 11 keterlibatan gol, unggul tipis atas Lionel Messi.
Komjak meminta Kejagung segera menetapkan Jampidsus definitif usai Febrie Adriansyah mundur dan telah menginventarisasi 10 nama calon.
Pembangunan Sekolah Rakyat DIY di Moyudan tinggal menunggu terbitnya KKPR dari pemerintah pusat sebelum proses land clearing dan pembangunan dimulai.
BLT Kesra Rp900.000 belum diumumkan cair pada Juli 2026. Simak informasi terbaru, syarat penerima, dan cara cek status bansos secara online.