Prakiraan Cuaca 23 September: DIY Belum Ada Tanda-tanda Hujan, Suhu Tembus 33 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah memasang pagar mengitari Tugu Pal Putih yang merupakan titik sumbu filosofi Kota Jogja. Pagar yang dipasang lebih rapi itu untuk membatasi akses masyarakat, karena sering ditemukan sampah puntung rokok di sekitar konstruksi tugu.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menegaskan pemasangan pagar di Tugu Pal Putih bukan permanen. Pagar tersebut untuk pengaturan batas bagi masyarakat yang melintas maupun berkunjung di Tugu. Selain itu pemasangan pagar untuk menggantikan pagar yang telah dipasang oleh Dinas Perhubungan sesuai dengan saran dari masyarakat agar dibikin lebih rapi.
“Prinsipnya itu tidak permanen, bisa dibuka dengan digeser tetapi yang ingin masuk, kalau ada spesial request untuk masuk ke dalam juga bisa. Caranya, tinggal menghubungi kami,” kata Dian di Kompleks Kepatihan, Jumat.
Sesuai dengan masukan dari masyarakat, keberadaan pagar portabel sebelumnya cenderung tinggi. Oleh karena itu pagar saat ini dibangun dengan lebih rendah dengan model rapi disertai ornamen tulisan aksara Jawa dan warna hijau.
Dian mengatakan pengaturan batas terhadap bangunan Tugu Pal Putih memang sudah selayaknya dilakukan. Tujuannya selain untuk keindahan, sekaligus menjadi bagian dari edukasi ke masyarakat. Karena saat ini masih banyak masyarakat yang belum respek atau menaruh rasa hormat terhadap Tugu Pal Putih sebagai simbol sumbul filosofi.
“Pemagaran ini bagian edukasi masyarakat saja, kalau masyarakat nanti bisa lebih respek terhadap Tugu Pal Putih ini mungkin tidak perlu dipagar, tetapi kan kita enggak bisa mengontrol antara yang respek dan tidak,” katanya.
Ia mengungkap adanya juru pelihara khusus Tugu Pal Putih yang bertugas melakukan perawatan. Menurutnya juru pelihara tersebut sering menemukan sampah seperti puntung rokok di sekitar Tugu. Bahkan ada jejak kaki yang mengotori bagian beton pembatas bagian bawah tugu. Kondisi ini membuktikan bahwa ada pengunjung yang berusaha masuk, sehingga perlu dilakukan pembatasan.
“Mobil ada yang nyungsep kesana dua kali juga pernah. Juru pelihara kami harus membersihkan puntung rokok, akhirnya imajinernya dipaksa untuk respek. Kalau nanti sudah terbentuk untuk respek tidak perlu dipagar, maksudnya hanya batas pengaturan saja,” ucapnya.
BACA JUGA : Dishub DIY: Kawasan Sumbu Filosofi Harus Bebas Polusi dan Kemacetan
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan pemagaran tersebut memang aspirasi dari masyarakat dan wisatawan. Bahkan tugu sebaiknya dipercantik, salah satunya dengan pemagaran yang lebih rapi. Keberadaan pagar portabel yang dipasang dinilai kurang menunjukkan keindahan sehingga akan segera dipindah.
“Dengan dipasang pagar yang baru ini maka wisatawan yang ingin berfoto juga akan lebih menarik karena pagarnya tidak terlalu tinggi. Pagar tidak mengubah nilai estetis dan filosofi dari Tugu Pal Putih. Kemudian ornamen pagar menyesuaikan dengan sumbu filosofi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.