Derby della Madonnina Memanas, AC Milan Tekuk Inter 3-1
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Bus Trans Jogja - Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah akan menghidupkan kembali angkutan umum sampai ke kawasan wisata pantai selatan DIY, terutama Bantul dan Gunungkidul. Rencananya akan ada angkutan feeder atau pengumpan menuju destinasi sebagai lanjutan dari Trans Jogja.
Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY Sumaryoto menjelaskan banyak permintaan dari masyarakat untuk menghidupkan kembali angkutan dari Kota Jogja ke kawasan wisata pantai selatan. Dishub DIY telah melakukan kajian dengan transportasi pariwisata, hasilnya perlu ada prioritas untuk angkutan menuju wisata pantai di Bantul dan Gunungkidul.
“Itu hasil kajian secara umum terkait transportasi pariwisata. Ternyata banyak tuntutan masyarakat inginnya ada angkutan umum yang sampai ke destinasi wisata pantai,” katanya belum lama ini.
BACA JUGA : Transportasi Publik di DIY Tak Laku, Pengamat: Persulit Akses Kendaraan Pribadi!
Ia menuturkan, saat ini yang memungkinkan untuk direalisasikan terutama untuk wisata pantai di Bantul. Mengingatsudah ada layanan Trans Jogja dari Ngaben Kota Jogja menuju Palbapang, Bantul yang beroperasi. Guna mewujudkan angkutan umum sampai ke pantai selatan, Dishub DIY akan melakukan komunikasi dengan Dishub Bantul untuk melakukan kajian lanjutan terkait model angkutan feeder atau pengumpan menuju ke pantai.
“Nantinya sifatnya ada angkutan pengumpan, misalnya dari Palbapang nanti ada rute tersendiri menuju Parangtritis, Pantai Baru, Pantai Srandakan dan lainnya. Kalau Trans Jogja tetap sampai di Palbapang,” ujarnya.
Sumaryotomenambahkan model angkutan pengumpan itu bertujuan untuk menumbuhkan angkutan lokal yang ingin terlibat dalam layanan tersebut. Sehingga angkutan lokal juga bisa berkembang melalui konsep transportasi pariwisata tersebut. Ia berharap tidak semua orang berwisata ke pantai dengan kendaraan pribadi, melainkan bisa dengan angkutan umum, sehingga tidak menimbulkan kemacetan.
“Nanti angkutan feeder ini bentuknya seperti apa akan dirumuskan. Cuma nanti konsepnya berbagi peran dengan operator lokal bisa ikut kontribusi melayani dari Palbapang sampai ke pantai,” ujarnya.
Manajer Transportasi PT Anindya Mitra International (AMI) selaku pengelola Trans Jogja Wahyu Saktiaji mendukung wacana Dishub DIY tersebut, keberadaan angkutan feeder untuk mendukung Trans Jogja. Sehingga angkutan lokasl bisa berkembang dan mendapatkan manfaat dari transportasi pariwisata.
BACA JUGA : Rute, Tarif dan Jalur Bus Trans Jogja, Simak di Sini
Ia sepakat, salah satu yang memungkinkan direalisasikan terutama di Bantul karena potensi penggunanya cukup tinggi dibandingkan rute lainnya di utara dan barat Jogja. Saat ini rute Trans Jogja Ngabean-Palbapang peminatnya terus meningkat, jumlah penumpang harian rata-rata 2.000 hingga 2.500 orang dengan dilayani 12 armada dan lama tunggu bus antara 15 hingga 30 menit. Layanan Trans Jogja ke wilayah selatan ini cenderung lancar karena tidak ada kemacetan yang berarti kecuali saat sudah masuk ke area ringroad.
“Saat ini terminal Palbapang juga ramai sejak ada rute Trans Jogja, kalau dulu sepi sekarang hidup. Banyak motor dititipkan diparkir di sana karena mereka menggunakan Trans Jogja untuk ke kota, selain itu UMKM di sekitarnya juga tumbuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.