Advertisement
24 Foto Terbaik Dunia Dipamerkan di Bantul

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Foto dokumenter terbaik di seluruh dunia kembali ditampilkan dalam Pameran World Press Photo 2023 di Pendhapa Art Space (PAS) pada 1-23 Oktober 2023. Dalam pameran tersebut ada 24 foto terbaik yang ditampilkan.
Kepala Departemen Kebudayaan dan Komunikasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, sekaligus Direktur Erasmus Huis Jakarta, Nicolaas de Regt menyampaikan dalam World Press Photo 2023, para pemenang menyoroti beberapa permasalahan global antara lain mengenai krisis iklim, dan dampak perang terhadap warga sipil. Menurut Nicolaas sebuah foto memiliki makna beribu kata.
Advertisement
“Foto dapat menceritakan kepada kita banyak hal mengenai dunia di mana kita hidup,” katanya dalam pembukaan Pameran World Press Photo 2023, Sabtu (1/9/2023).
Dia pun mengajak para pengunjung untuk dapat melihat bahwa karya fotografi yang ditampilkan mengandung dedikasi, keberanian dan komitmen pada kebenaran yang ingin disampaikan fotografer. Menurutnya beberapa karya fotografi tersebut diambil dalam situasi yang berbahaya antara lain saat perang, konflik, dan bencana.
“Mari pikirkan juga tantangan yang dihadapi jurnalis dan fotografer di seluruh dunia. Beberapa memiliki resiko terhadap keamanan, kebeban dan bahkan kehidupannya untuk mengambil momen yang membentuk pemahaman kita mengenai dunia,” katanya.
Asisten Profesor Departemen Hukum Konstitusi, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Herlambang P. Wiratraman menyampaikan berdasarkan catatan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), ada 61 kasus kekerasan terhadap jurnalis selama 2022.
Menurut Herlambang kasus kekerasan terhadap jurnalis terus menerus terjadi dengan serangan beragam antara lain intimidasi, perusakan alat kerja, kekerasan, pembunuhan, penyiksaan dan lainnya.
“Saya kira tantangan jurnalistik, termasuk foto jurnalistik adalah begitu banyak intimidasi dan serangan yang terus menerus terjadi dan impunitas sebagai sebuah permasalahan penegakan hukum, bukan hanya di Indonesia,” katanya.
Di Indonesia, menurut Herlambang, kebebasan pers telah diatur dalam UU No.40/1999 tentang Pers. Meskipun telah ada regulasi yang menaungi, tetapi menurut Herlambang penegakan hukumnya masih perlu dikawal.
“Bicara penegakan hukum tidak cukup sekadar teks normal. Aturan sudah bagus belum tentu implementasi baik. Seringkali perlu dikawal dengan peningkatan kapasitas dan peningkatan upah lebih strategis,” katanya.
Kontes World Press Photo diselenggarakan setiap tahunnya ini memberikan penghargaan bagi karya foto jurnalistik dan foto dokumenter terbaik yang dibuat setahun sebelumnya. Tahun ini ada lebih dari 60.000 karya dikirimkan oleh 3.752 fotografer dari 127 negara yang menghasilkan 24 pemenang regional dan enam penghargaan kehormatan yang meliputi kisah-kisah dari garis depan konflik, budaya, identitas, migrasi, kenangan masa lalu yang hilang, dan kilasan masa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement