PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Petugas memasang instalasi hidran umum (HU) di Banyurejo, Tempel, Kamis (5/10/2023). Dok.bpbd.sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melakukan dropping air bersih bagi warga Banyurejo, Tempel, Sleman. Kondisi ini merespons kemarau panjang dan penutupan Selokan Mataram.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, mengatakan kurangnya suplai air bersih ini akibat penghentian aliran di Selokan Mataram termasuk juga dampak dari kemarau panjang. "Ya ini akibat dampak pematian aliran Selokan Mataram dan efek el nino," ucapnya, Jumat (6/10/2023).
Dia mengatakan, BPBD Sleman sejak beberapa hari terakhir melakuian droping air ke sejumlah titik. Hingga Kamis (5/10/2023) BPBD sudah memasang total 10 hidran umum (HU) di sejumlah titik. "Dropping direncanakan tiga tangki dengan kapasitas 5.000 liter per hari," katanya.
BACA JUGA: Dilaporkan ke Kemendagri Soal PSU Malioboro City, Begini Tanggapan Bupati Sleman
Adapun titik pemasangan HU, lanjut Makwan berasa di tiga dusun di Kalurahan Banyurejo. BPBD Sleman mendapat pinjaman Hidran Umum dari BP2W DIY sebanyak 10 unit. BP2W DIY juga meminjamkan satu mobil tangki untuk droping air bersih.
"Dari 10 HU, terdistribusi di Dusun Plambongan satu HU, Tangkisan empat HU dan Dusun Jambeyan lima HU, semuanya di Kalurahan Banyurejo Tempel. Kemarin HU sudah dipasangan dan hari ini droping air sebanyak tiga tangki," katanya.
BPBD Sleman akan terus mendata wilayah lain yang terdampak penutupan Selokan Mataram. Sebab, berkaca dari tahun sebelumnya, bukan hanya wilayah Tempel saja yang terdampak. Tahub lalu, dropping air juga diberikan kepada warga Dusun Susukan II, Seyegan.
BACA JUGA: Penutupan Selokan Mataram, Dinas Pertanian DIY Berupaya Minimalkan Dampak
Terpisah, Lurah Banyurejo Tempel Saparjo mengatakan kekurangan air bersih sejak penutupan Selokan Mataram melanda tiga padukuhan baik Plambongan, Tangkisan maupun Dusun Jambeyan. Total ada sekitar delapan HU yang dipasang. "Ini mengulang kejadian pada tahun 2022 lalu saat aliran air di Selokan Mataram juga ditutup selama tiga bulan," katanya.
Dia berharap suplai air bersih bagi sekitar 170 KK di tiga padukuhan tersebut diperhatikan oleh pihak terkait agar warga tidak kekurangan air bersih. Adapun rincian KK terdampak masing-masing Padukuhan Jambeyan dengan jumlah warga terdampak 111 KK, Padukuhan Tangisan sebanyak 44 KK dan Padukuhan Plambongan 15 KK.
"Pasalnya selain lansia, di tiga padukuhan juga banyak terdapat balita. Jangan sampai droping air terlambat karena nanti bisa berdampak pada aspek kesehatan warga. Jadi kami berharap ini betul-betul diperhatikan," ungkap Saparjo.
Di sisi lain, ia juga meminta warga terdampak di tiga padukuhan untuk tetap berhemat menggunakan air bersih di masing-masing HU. "Tetap berhemat menggunakan air dan segera komunikasikan jika debit air menipis," ujar Saparjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Jajal LRT Jakarta bersama Prabowo, penyandang disabilitas, lansia, dan pelajar berbagi pengalaman soal aksesibilitas dan kenyamanan layanan.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
JJLS Kelok 23 dinilai membuka peluang pengembangan wisata selatan DIY dengan mendorong kunjungan, okupansi hotel, dan belanja wisatawan.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.