Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Petugas saat mengambil sampel limbah di Pantai Krakal, Gunungkidul, Senin (9/10/2023). – ist/DLH Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul telah mengambil sampel paparan limbah di Pantai Krakal dan Slili di Kapanewon Tepus. Meski demikian, untuk hasilnya masih menunggu uji laboratorium.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah mengecek langsung kondisi terkini paparan limbah di Pantai Slili dan Krakal. Hasil dari pengamatan, sudah membaik dan relatif aman.
Masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dan pengunjung juga tetap bisa bermain di kawasan pantai tersebut. “Kalau dilihat dari paparan. Kondisi hari ini lebih baik dibandingkan dengan kemarin [Minggu 8/10/2023],” kata Hary kepada wartawan, Senin (9/10/2023).
Menurut dia, untuk kepastian jenis maupun penyebab paparan limbah sudah diambil sampel air dan sisa pencemaran. Meski demikian, Hary belum bisa memberikan kesimpulan dikarenakan hasil baru diketahui setelah melalui uji laboratorium.
“Baru dikirim untuk dicek dan hasil kemungkinan keluar dalam waktu lima hari,” ungkapnya.
Paparan limbah di Pantai Krakal dan Slili tidak hanya menganggu wisatawan karena terkena kotoran mirip cairan oli atau tumpahan minyak. Namun, pencemaran juga berdampak terhadap ekosistem di sekitar karena ada biota laut seperti Bintang laut, kepiting kecil, bulu babi dan rumput laut yang mati karena tercemar limbah.
“Untuk pengawasan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron,” katanya.
BACA JUGA: Penasaran dengan Kereta Api Mewah Suite Class? Ini Harga Tiket Keberangkatan Selasa Besok
Sebelumnya diberitakan, pengunjung di Pantai Slili dan Krakal mengeluhkan adanya pencemaran limbah. Secara kasat mata, paparan tidak terlihat, tapi pada saat bermain air ada cairan lengket seperti sisa oli.
“Kalau secara kasat mata kurang terlihat. Namun ketika anggota badan masuk ke dalam air laut, terasa licin dan meninggalkan noda warna hitam,” katanya Mayarisari, salah seorang pengunjung kepada wartawan, Minggu (8/10/2023).
Menurut Mayarisari, peristiwa yang sama juga terjadi di Pantai Slili. Setibanya di Pantai ini akan bermain, tapi oleh pengunjung lain diperingatkan agar tidak bermain karena adanya limbah seperti tumpahan minyak.
“Ada rombongan anak-anak yang datang, tapi diperingatkan sehingga tidak jadi bermain,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak tahu menahu limbah ini berasal. Dia berharap, limbah cair mengotori pantai segera ditangani sehingga tidak menganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
“Kalau ada limbahnya. Jelas menggangu dan mudah-mudahan bisa segera diatasi,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 2 di Pantai Baron Gunungkidul, Marjono saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan berkaitan dugaan pencemaran di Pantai Krakal dan Slili.
“Kedua Pantai ini masih satu deretan karena letaknya berdampingan. Untuk Pantai yang lain masih aman,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat