Dituntut 18 Tahun, Kuasa Hukum Yakin Nadiem Makarim Bebas
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
Aminah warga Banjarharjo menerima air dari Tagana Kulonprogo, Sabtu (7/7/2018)-/ Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO—Permintaan air bersih dari masyarakat Kulonprogo masih tinggi seiring belum turunnya hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun mengajuka perpanjangan status tanggap darurat bencana kekeringan kepada kepada bupati Kulonprogo.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo Budi Prastawa mengatakan setiap hari BPBD menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan paling sedikit sembilan kali.
"Rencananya, kami melaksanakan koordinasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tindak lanjut perpanjangan status tanggap darurat kekeringan pada Selasa (10/10)," kata Budi.
Ia mengatakan sepanjang status tanggap darurat kekeringan dari 11 September hingga 2 Oktober 2023, BPBD Kulonprogo mendistribusikan 177 tangki air bersih. Permintaan air bersih tetap tinggi.
"Peningkatan terjadi seiring dengan adanya status tanggap darurat kekeringan," katanya
Sebelumnya sebanyak 83 tangki air bersih juga sudah disalurkan sejak awal Agustus 2023, sehingga total yang sudah disalurkan mencapai 260 tangki air bersih.
Budi mengatakan penyaluran dilakukan ke tujuh kecamatan, dengan terbanyak di Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, dan Kokap.
"Sedangkan Pengasih, Temon, dan Panjatan sedikit, hanya 2-3 lokasi di masing-masing kapanewon (kecamatan) tersebut," ujarnya.
Budi mengatakan sebanyak 250 tangki air bersih disiapkan sejak diberlakukannya status tanggap darurat kekeringan. Pengadaannya mengandalkan Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kulonprogo senilai Rp189,3 juta.
"Mungkin akan diperpanjang sebulan, rencananya akan menyiapkan 250 sampai 270 tangki air bersih," katanya.
BACA JUGA: Kekeringan Meluas, Per Agustus Dropping Air di Kulonprogo Mencapai 36 Kali
BPBD Kulonprogo memiliki tiga armada kendaraan tangki yang masing-masing mampu menampung 5.000 liter air. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial DIY hingga pihak ketiga yang turut melakukan penyaluran.
Sebelumnya Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan penyaluran air bersih lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebab sektor tersebut yang paling rawan mengalami krisis air bersih.
"Akan kami bantu juga menyediakan fasilitas penampungan air untuk warga yang membutuhkan," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kulonprogo Wisnu Prasetyo meminta BPBD setempat melakukan pemetaan wilayah berpotensi kekurangan air bersih pada musim kemarau.
Ia mengatakan kecamatan di kawasan Bukit Menoreh, seperti Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang, mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.
"Kami minta BPBD Kulonprogo benar-benar melalukan pemetaan wilayah potensi krisis air bersih setiap musim kemarau. Kemudian dicarikan solusi tepat, mulai dari pemasangan jaringan air bersih atau pemanfaatan sumber mata air terdekat untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.