Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Bupati Sunaryanta saat menyalurkan bantuan beras kepada warga di Kapanewon Paliyan. Senin (9/10/2023). /istimewa-humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada Masyarakat untuk tidak menjual beras bantuan yang diberikan. Hal ini disampaikan saat menyalurkan bantuan sosial beras kepada warga di Kapanewon Paliyan, Senin (9/10/2023).
“Jangan dijual. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, bantuan beras yang diberikan selama tiga bulan. Tahap pertama disalurkan pada September lalu dan sekarang memasuki penyaluran tahap kedua.
“Penyaluran sampai November. Di setiap penyaluran, warga penerima manfaat memeroleh beras seberat sepuluh kilogram,” katanya.
BACA JUGA : 53.500 Keluarga di Kulonprogo Disasar Bantuan Beras
Sunaryanta menambahkan, total penerima bansos beras di Kapanewon Paliyan sebanyak 4.963 keluarga penerima manfaat. Jumlah ini tersebar di tujuh kalurahan meliputi Mulusan, Karangasem, Karangduwet, Sodo, Giring, Pampang dan Grogol.
“Terus kami monitoring untuk memastikan sampai ke sasaran dan kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi. Menurut dia, penyaluran beras bantuan dari badan pangan nasional dilakukan oleh Bulog.
“Bantuan langsung diberikan oleh penerima manfaat,” katanya.
Dia menjelaskan, monitoring dilakukan agar penyaluran dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. “Sudah ada data penerimanya dan itu menjadi dasar untuk penyaluran ke Masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, penerima bantuan pangan beras di Gunungkidul ada 100.860 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dia menjelaskan, penyaluran di Gunungkidul sudah dilaunching di Kalurahan Pringombo di Kapanewon Rongkop pada 11 September 2023. Rencanaya bantuan diberikan selama tiga bulan kepada keluarga penerima manfaat.
“Sampai November dan mudah-mudahan penyaluran bantuan di Gunungkidul bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Bahlil Lahadalia menyebut uji coba teknologi CNG masih berlangsung pada tahap ketiga. Hasilnya ditargetkan diumumkan pada Juli 2026.
Prabowo menunjuk Danantara mengimplementasikan perdagangan listrik RI-Singapura yang ditargetkan mencapai kapasitas 3,4 gigawatt pada 2035.
Polisi menangkap TW, terduga pelaku pencurian yang mengaku beraksi di 22 TKP di Soloraya. Kasus masih terus dikembangkan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.