Advertisement

Cegah Hoaks dan Politisasi Sara di Pemilu 2024, Bawaslu DIY Gandeng Komunitas Perempuan

Newswire
Rabu, 25 Oktober 2023 - 05:27 WIB
Sunartono
Cegah Hoaks dan Politisasi Sara di Pemilu 2024, Bawaslu DIY Gandeng Komunitas Perempuan Sosialisasi bertajuk Peran Perempuan Mengawal Demokrasi dengan Menolak Hoax dan Politisasi Sarapada Selasa (24/10/2023). - istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bawaslu DIY terus melakukan antisipasi terhadap tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024. Salah satunya mengundang dari kalangan emak-emak agar berpartisipasi mengawasi pesta demokrasi terutama mencegah merebaknya hoaks.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY Mohammad Najib mengatakan para perempuan atau populer emak-emak dari berbagai komunitas dihadirkan dalam sosialisasi bertajuk Peran Perempuan Mengawal Demokrasi dengan Menolak Hoax dan Politisasi Sara pada Selasa (24/10/2023). Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membantu mengawasi tahapan Pemilu.

Advertisement

“Perwakilan kalangan perempuan ini kami undang diberikan pemahaman tahapan pemilu, dengan harapan mereka bisa membantu mengawasi tahapan. Karena di era saat ini banyak hoaks tentang pemilu yang  berpotensi memecah belah masyarakat, termasuk politisasi sara ini juga berusaha kami cegah,” kata Najib kepada wartawan.

BACA JUGA : Bawaslu: DIY Peringkat 3 Provinsi Paling Rawan Isu Politisasi SARA di Pemilu 2024

Ia meminta para perempuan agar turut menjadi bagian penting dalam mengawal perjalanan pesta demokrasi. Oleh karena itu jika melihat adanya potensi hoaks dan politisasi sara bisa diinformasikan ke Bawaslu atau jika memungkinkan memberikan edukasi agar masyarakat sekitarnya tidak terprovokasi.

Pengerahan kalangan perempuan ini dilakukan karena pelaksanaan Pemilu tidak lepas dari berbagai potensi konflik. “Kami berharapnya tahapan pemilu ini bisa berjalan dengan damai tentram, saling mengharga satu sama lain. Tetapi ruang yang rawan konflik itu masih ada sehingga harus kita antisipasi,” katanya.

Himpunan Perempuan Disabilitas Indonesia (HPDI) Sri Lestari mengakui informasi kadang menjadi kendala tersendiri bagi kelompok disabilitas. Para penyandangan disabilitas memang butuh diberikan sosialisasi agar mereka mendapatkan informasi yang utuh dan tidak mudah terprovokasi hoaks dan politisasi sara.

“Termasuk fasilitasi terhadap disabilitas dalam memberikan suara di TPS ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar difabel bisa memberikan haknya. Secara prinsip kami mendukung bahwa hoaks dan sara harus dicegah agar pemilu berjalan damai,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Qatar Tolak Jadi Mediator Gencatan Senjata AS-Iran

Qatar Tolak Jadi Mediator Gencatan Senjata AS-Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement