Anggaran Droping Air Dipangkas, BPBD Gunungkidul Siapkan BTT
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Ilustrasi pohon tumbang. Dok.harjo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau Masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana pada masa pancaroba. Akhir-akhir ini di sejumlah wilayah di Bumi Handayani mulai diguyur hujan, meksi intensitasnya masih rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, hujan mulai turun di wilayah Gunungkidul, khususnya di zona utara. Sebagai contoh pada Sabtu (4/11/2023) di Kapanewon Ngawen dan sekitarnya sudah diguyur hujan selama kurang lebih 30 menit.
Meski demikian, ia memastikan, hujan yang turun masih belum merata. Ini lantaran di sisi Selatan masih belum terpantau turun dan baru sebatas mendung yang disertai angin kencang.
“Ini tanda wilayah Gunungkidul memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke penghujan,” kata Purwono kepada wartawan, Minggu (5/11/2023).
Di kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi bencana. Ia mengungkapkan, masa pancaroba ditandai dengan embusan angin kencang yang bisa menyebabkan terjadinya pohon tumbang dan lain sebagai.
Oleh karena itu, bahaya ini harus diwaspadai sehingga saat terjadi musibah dampaknya bisa ditekan. Beberapa cara yang bisa dilakukan dengan terus menjaga kebersihan di lingkungan rumah dan memastikan saluran air lancar.
Selain itu, antisipasi dapat dilakukan dengan memangkas atau memotong dahan dan ranting pohon yang telah rimbun. “Pemangkasan tujuannya untuk mengurangi risiko pohon tumbang,” katanya.
Disinggung mengenai datangnya musim hujan, Purwono mengungakpan berdasarkan prakiraan dari BMKG, awal penghujan tidak bersamaan. Minggu ketiga November hujan diprediksi mulai mengguyur zona utara Gunungkidul.
“Nanti disusul zona Selatan, tengah dan lainnya hingga wilayah Gunungkidul benar-benar memasuki musim hujan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, masa pancaroba dapat menggangu Kesehatan tubuh. Cuaca yang tidak menentu bisa menjadi sumber penyakit sehingga harus diwapadai.
“Kondisi dan daya tahan tubuh bisa menurun sehingga dapat menjadi penyebab terserang penyakit seperti demam, flu dan lain sebagainya,” kata Dewi.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Rajin berolahraga dan makan makanan yang bergizi.
“Daya tahan tubuh yang kuat, maka tidak mudah terserang penyakit,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Erling Haaland menyamai Messi dan Mbappe dengan tujuh gol. Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin sengit memasuki fase gugur.
Norwegia singkirkan Brasil 2-1 di 16 besar Piala Dunia 2026! Erling Haaland cetak dua gol, Bruno Guimaraes gagal penalti. Norwegia ke perempat final.
Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Haaland cetak dua gol, Nyland jadi pahlawan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 6 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Cek jam berangkat terbaru, tarif Rp8.000, perjalanan makin mudah.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.