Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Kondisi Alun-Alun Wonosari di depan Kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (6/11/2023).(Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tidak akan menanam rumput baru di Kawasan Alun-Alun Wonosari karena akan dibiarkan tumbuh alami. Adapun kelanjutan penataan masih menunggu selesainya penyusunan masterplan di Kawasan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan penataan Kawasan Alun-Alun Wonosari belum selesai, meski pengerjaannya sudah dimulai sejak 2022. Tahun ini pembangunan menelan anggaran sekitar Rp551,3 juta yang dipergunakan pemerataan di lapangan. “Pengerjaan tahap dua sudah selesai,” kata Hary kepada wartawan, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Tarif Sewa Alun-Alun Wonosari Bakal Naik, Kategori Bisnis Dipatok Rp4,3 juta Perhari
Meski sudah selesai, ia tidak menampik kondisinya belum sepenuhnya selesai. Pasalnya, area lapangan masih terlihat gersang dikarenakan belum ditanami rumput untuk penghijauan.
Rencananya rumput di area alun-alun akan dibiarkan tumbuh secara alami sehingga terlihat lebih natural. Pada saat masa pemeliharaan, lanjut dia, yang bertepatan dengan musim penghujan akan ditaburi tanah yang dapat merangsang pertumbuhan rumput alami.
“Penaburan menunggu musim hujan. Untuk sementara hanya selesai dengan pemerataan tanpa menanam rumput baru karena dibiarkan tumbuh secara alami,” katanya.
Baca Juga: Rp728 Juta Disiapkan untuk Penataan Alun-Alun Wonosari
Menurut dia, penataan area alun-alun masih akan diterukan. Hanya, pelaksanaan tidak dilaksanakan tahun depan karena anggaran banyak difokuskan untuk penyelenggaraan pilkada.
Hary mengakui sekarang masih dalam proses penyusunan masterplan lanjutan penataan Kawasan. Setelah penyusunan selesai akan diketahui pasti rencana anggaran belanja (RAB) yang dibutuhkan.
“Jadi baru selesai pemerataan lapangan. Tapi, masih ada lanjutannya seperti konsep tentang jogging trak, pemasangan lampu taman, bangku tempat duduk dan lainnya,” katanya.
Baca Juga: Alun-Alun Wonosari Direnovasi, Upacara Pindah ke Stadion Handayani
Disinggung mengenai kelanjutan pembangunan, Hary mengaku belum bisa memastikan karena pelaksanaan juga bergantugn terhadap kesiapan anggaran. “Yang jelas masih lanjut, tapi untuk waktunya masih belum bisa dipastikan,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan kondisi Alun-Alun Wonosari masih semrawut, meski sudah dilakukan penataan. Pasalnya, pasca-pemerataan belum ada tindak lanjutnya sehingga menimbulkan keluhan berdebu yang mengganggu aktivitas warga. “Saya prihatin. Sudah panas dan berdebu,” katanya.
Ia berharap masalah alun-alun bisa segera disikap agar bisa berfungsi seperti semula, sebagai tempat bermain warga. “Kalau saya berharap bisa dihijaukan kembali,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 12 September 2026, cek keberangkatan Reguler dan Xpress, tarif, serta cara membeli tiket.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.